Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan pejabat Pemkab Pandeglang, atas nama Ahmad Mursidi. Akibat kejadian tersebut, tercatat sembilan orang menjadi korban, dengan rincian tujuh orang siswa SD Negeri Sukaratu 5, satu orang pedagang asongan dan seorang sales.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang, lanjut Bupati Dewi, akan bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan para korban.
“Untuk biaya pengobatan dan perawatan korban akan kami tanggung,” katanya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki Penyebab Kecelakaan Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur
Dewi juga menyampaikan, bahwa berdasarkan informasi sementara, pengemudi Toyota Inova yang menabrak kerumunan siswa tidak sedang menjalankan tugas kedinasan saat kejadian berlangsung dan menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan pribadi.
“Informasi sementara, yang bersangkutan tidak sedang bertugas dan menggunakan kendaraan pribadi. Namun demikian, kami akan memperdalam informasi di lapangan bersama pihak kepolisian," ujarnya.
Terpisah Ketua RT Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo,Endang, membenarkan kabar meninggalnya Dewi yang merupakan warganya.
Ia menyebut korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik selama tinggal di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun usai Kecelakaan Maut KAI Bekasi Timur
“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu 2 Mei 2026.
Korban baru beberapa waktu tinggal di wilayah tersebut, setelah pindah dari Jakarta bersama suaminya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ungkap RT, Dewi berjualan di depan sekolah sambil menunggu anaknya.
