Hardiknas, DPRD Kota Bekasi Soroti Ketimpangan yang Masih Terjadi

Sabtu 02 Mei 2026, 11:35 WIB
Potret Anggota DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman menyoroti masih terjadinya ketimpangan pendidikan. (Sumber: Istimewa)

Potret Anggota DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman menyoroti masih terjadinya ketimpangan pendidikan. (Sumber: Istimewa)

Wildan juga menyoroti sisi tenaga pendidik, jumlah guru memang cukup besar, bahkan sebagian besar sudah tersertifikasi. Namun, dijelaskan Wildan distribusinya belum merata. Ada sekolah yang kekurangan guru, sementara di tempat lain justru berlebih.

Wildan menambahkan belum lagi persoalan kualitas sarana prasarana, serta isu perlindungan anak di lingkungan sekolah yang harus terus kita perhatikan. Ditegaskan olehnya disinilah pentingnya kehadiran Pemerintah dan DPRD untuk tidak hanya melihat angka, tetapi juga memahami realitas di lapangan.

“Menurut saya, ke depan ada beberapa langkah strategis yang harus kita dorong bersama. Pertama, pemerataan pembangunan sekolah, khususnya SMP dan SMA negeri di wilayah yang masih kekurangan. Ini penting agar tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan. Kedua, pembenahan sistem penerimaan peserta didik agar lebih adil, transparan, dan benar-benar berbasis kebutuhan wilayah, bukan sekadar administrative,” ujarnya.

Baca Juga: Contoh 10 Ucapan Hardiknas 2025 Berisikan Semangat dan Motivasi untuk Dunia Pendidikan

“Ketiga, penguatan kualitas guru, tidak hanya melalui sertifikasi, tetapi juga peningkatan kompetensi, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan. Keempat, mendorong konsep sekolah berbasis teknologi atau smart school, agar anak-anak Bekasi tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Kelima, memperkuat perlindungan anak dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif,” paparnya.

Dan yang tidak kalah penting, Wildan meminta Pemerintah Kota Bekasi harus membuka ruang kolaborasi dengan sekolah swasta. Karena, lanjutnya mereka juga bagian dari solusi dalam menjawab keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama. Pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita sebagai masyarakat. Harapan kita sederhana, namun sangat penting. Tidak boleh ada anak Kota Bekasi yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses, dan tidak boleh ada kualitas pendidikan yang timpang antar wilayah. InsyaAllah, dengan komitmen bersama, Kota Bekasi bisa menjadi kota dengan sistem pendidikan yang tidak hanya maju secara angka, tetapi juga adil dan berkualitas bagi semua,” harapnya.


Berita Terkait


News Update