“BHR itu nggak adil. Ada yang dapat, ada yang nggak. Padahal sama-sama kerja lama, sampai 12 jam,” katanya.
Baik Riki maupun Chandra berharap pemerintah tidak hanya mengatur besaran potongan aplikasi, tetapi juga mengevaluasi sistem program yang ada. Meski demikian, keduanya tetap melihat langkah Presiden Prabowo Subianto sebagai awal yang positif.
Mereka berharap kebijakan pembatasan potongan hingga 8 persen benar-benar diterapkan dan diikuti dengan pengawasan ketat, sehingga kesejahteraan driver ojol dapat meningkat secara nyata.
Selain itu, para driver itu menginginkan 4 program dihilangkan dari aplikator, diantaranya yakni:
- Aceng Argo goceng
- Slot gofood
- Langganan gacor
- Gosend multy. (cr-4)
