Orang Tua Korban Minta Pelaku Tabrak Kerumunan Siswa di Pandeglang Diproses Secara Hukum

Jumat 01 Mei 2026, 19:13 WIB
Suasana di lokasi kecelakaan lalulintas tunggal di depan SD Negeri Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari, Pandeglang. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Suasana di lokasi kecelakaan lalulintas tunggal di depan SD Negeri Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari, Pandeglang. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Orang tua korban kecelakaan maut di depan SD Negeri Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Pandeglang, minta pengendara inova yang nabrak kerumunan siswa diproses secara hukum.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 7 orang siswa SD Negeri Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari, Pandeglang, menjadi korban kecelakaan tunggal, dari 7 siswa yang jadi korban itu satu diantaranya meninggal dunia dan 6 luka-luka. 

Selain 7 siswa, terdapat dua korban lainnya dalam tragedi tersebut, yakni seorang sales dan pedagang asongan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pengemudi Toyota Inova yang gerudug kerumunan siswa tersebut merupakan salah satu pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Pandeglang.

Baca Juga: Mobil Innova Tabrak Tujuh Siswa SD di Pandeglang, Satu Korban Meninggal Dunia

Kabarnya, terduga pelaku tersebut juga menduduki jabatan kepala dinas di salah satu instansi di lingkungan Pemkab Pandeglang.

Salah seorang keluarga korban kecelakaan lalulintas, Saiful Bahri mengaku, anaknya yang masih duduk dibangku kelas IV itu menjadi salah satu korban dari kecelakaan tunggal tersebut.

"Sedih, kasihan liat anak luka-luka akibat kecelakaan itu," katanya kepada wartawan, Jumat 1 Mei 2026.

Kata dia, anaknya sekarang ini sudah ditangani oleh pihak rumah sakit dan kondisinya sudah mulai membaik. 

Baca Juga: Pengemudi Innova yang Tabrak Kerumunan Siswa di Pandeglang Ternyata Seorang Kepala Dinas

"Alhamdulillah sekarang sudah ditangan dan sudah baikan. Tapi masih harus tetap dirawat," katanya lagi.

Diakuinya, bahwa sebelumnya ia baru mengetahui informasi anaknya tertabrak dari saudaranya. Karena saat itu dirinya sedang jualan sayuran.

"Jadi pas saya jualan sayur, dikasih tahu. Langsung saya datang ke sini, tadi sempat ke sekolah dulu," ujarnya.

Ia berharap, terduga pelaku tabrak.kerumunan siswa itu harus diproses secara hukum. "Harus ditegakan hukum itu, harus diproses," ucapnya.

Baca Juga: Selain Tangani Mata Katarak, Klinik Saruni Pandeglang Bagikan Makanan Gratis Buatan UMKM

Sementara, pihak kepolisian dari Polres Pandeglang, saat ini masih mendalami kasus kecelakaan lalulintas tunggal yang menyebabkan 1 siswa meninggal dunia dan 6 siswa lainnya luka-luka tersebut.

"Tragedi kecelakaan di depan SD Negeri Sukaratu 5 melibatkan kendaraan Toyota Inova warna hitam yang dikendarai oleh Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang berada di depan SD," ungkap Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhamad kemarin.

Sekarang ini untuk pengemudi masih dipinta keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang. Dan sementara ini pihaknya masih melakukan penyidikan pengumpulan bukti-bukti lainnya.

"Kami masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut," ucapnya. (fat)


Berita Terkait


News Update