POSKOTA.CO.ID - Perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan, OpenAI, dilaporkan tengah menjajaki pengembangan smartphone berbasis artificial intelligence (AI) dengan dukungan chipset khusus.
Informasi tersebut muncul dari analis industri teknologi, Ming-Chi Kuo, yang menyebut langkah ini sebagai sinyal ekspansi OpenAI dari ranah perangkat lunak menuju perangkat keras.
Laporan itu memunculkan spekulasi baru mengenai arah bisnis OpenAI di tengah kompetisi AI global yang semakin agresif. Jika selama ini perusahaan dikenal lewat pengembangan model bahasa dan layanan berbasis AI generatif, kini OpenAI disebut mulai mempertimbangkan perangkat yang dirancang khusus untuk menjalankan teknologi AI secara lebih terintegrasi.
Menurut Kuo, OpenAI tidak hanya mengeksplorasi konsep smartphone, tetapi juga mempertimbangkan penggunaan chipset kustom yang dirancang khusus untuk kebutuhan pemrosesan AI. Pendekatan tersebut dinilai penting karena memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat atau on-device AI, tanpa terlalu bergantung pada server cloud.
Penggunaan chip khusus memungkinkan performa AI lebih efisien, respons lebih cepat, dan konsumsi daya lebih terkontrol.
Baca Juga: Korsleting Listrik Taksi GreenSM Indonesia Diduga Penyebab Tabrakan Maut KRL VS Argo Bromo Anggrek
Fokus pada Pengalaman AI yang Lebih Personal
Pengembangan chipset khusus kini menjadi strategi yang mulai banyak diadopsi perusahaan teknologi global. Dengan merancang chip sendiri, perusahaan dapat mengoptimalkan hubungan antara perangkat keras dan perangkat lunak sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih mulus.
Dalam konteks OpenAI, smartphone ini disebut akan mengusung konsep AI-native device, yakni perangkat yang menjadikan AI sebagai inti pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur tambahan.
Artinya, interaksi pengguna nantinya diproyeksikan lebih natural melalui perintah suara, pemrosesan bahasa alami, hingga kemampuan memahami konteks penggunaan secara real-time. Teknologi semacam ini berpotensi mengubah pola penggunaan smartphone yang selama ini masih bertumpu pada aplikasi konvensional.
Selain itu, kemampuan AI di perangkat juga dinilai dapat meningkatkan privasi pengguna karena sebagian proses data dilakukan langsung di smartphone tanpa harus terus mengirim data ke cloud.
OpenAI Diperkirakan Gandeng Mitra Manufaktur
Meski demikian, laporan tersebut menyebut OpenAI kemungkinan besar belum akan memproduksi perangkat secara mandiri. Perusahaan diperkirakan akan menggandeng mitra manufaktur yang telah memiliki pengalaman di industri perangkat keras.
