“Tak kurang Ketua DPR, Puan Maharani meminta pemerintah, KAI bersama stakeholder terkait untuk lebih memprioritaskan persoalan keselamatan di jalur kereta api. Sistem dan keamanan pada jalur kereta api harus diperbaiki. Itu yang diminta Ketua DPR,” kata Yudi.
“Selain menyisakan luka mendalam, insiden di Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026, membuka wacana perlunya prioritas keselamatan penumpang perempuan di KRl,” kata Heri.
“Ini dapat dipahami karena semua korban,termasuk yang meninggal dunia adalah perempuan, mengingat gerbong paling belakang, khusus penumpang perempuan yang ditabrak KA Argo Bromo,” jelas Yudi.
“Mencuat wacana, gerbong khusus perempuan sebaiknya ditempatkan di bagian tengah, jangan paling belakang atau paling depan. Ini demi menjamin keamanan dan keselamatan penumpang perempuan, jika terjadi benturan,” urai mas Bro.
“Usulan tersebut dapat dipahami karena jika bicara kereta seruduk kereta atau KRL tertemper mobil di perlintasan, bukan kali ini saja terjadi. Baik yang hanya menimbulkan goncangan, korban luka - luka maupun meninggal dunia. Penyebabnya beragam, terlebih masih banyak perlintasan tanpa palang pintu,”urai Heri.
