Arifatul Choiri Fauzi Lulusan Mana dan Siapa Suaminya? Ini Rekam Jejak Menteri PPPA usai Usul Gerbong Wanita Dipindah

Rabu 29 Apr 2026, 10:50 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, tengah menjadi perhatian usai pernyataannya terkait tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Instagram/@arifah.fauzi)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, tengah menjadi perhatian usai pernyataannya terkait tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. (Sumber: Instagram/@arifah.fauzi)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, tengah menjadi perhatian usai pernyataannya terkait tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Perhatian terhadap Arifatul bermula setelah dirinya memberikan komentar mengenai kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.52 WIB.

Dalam insiden tersebut, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan menabrak gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang rangkaian.

Data yang beredar menyebutkan sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka.

Pasca-insiden tersebut, Arifatul Choiri Fauzi pun ramai diperbincangkan di media sosial setelah mengusulkan agar gerbong khusus wanita ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta.

Menurutnya, usulan tersebut bertujuan memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang perempuan apabila terjadi benturan maupun kecelakaan.

Namun, pernyataan itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet menilai usulan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh bersama operator transportasi, regulator, serta pihak teknis yang memahami sistem keselamatan perkeretaapian.

Di tengah polemik yang berkembang, latar belakang pribadi dan perjalanan karier Arifatul Choiri Fauzi turut menjadi perhatian publik.

Lantas, bagaimana rekam jejak Arifatul sebelum dipercaya menjabat sebagai Menteri PPPA di Kabinet Merah Putih? Berikut profile lengkapnya.

Baca Juga: Arifatul Choiri Fauzi Duet Maut Bersama Veronica Tan Perjuangkan Perempuan dan Anak

Arifatul Choiri Fauzi Lulusan Mana dan Siapa Sumianya?

Dikutip dari laman resmi Kementerian PPPA, Arifatul Choiri Fauzi lahir di Pulau Madura, Jawa Timur, pada 28 Juli 1969. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta.

Untuk jenjang sekolah menengah, Arifatul diketahui bersekolah di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Yogyakarta.

Kampus tersebut kini dikenal sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 1994.

Tak berhenti di sana, Arifatul melanjutkan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2002. Gelar tersebut diraih melalui dukungan beasiswa Ford Foundation.

Suami Arifatul Choiri Fauzi sendiri bernama Sastro Al Ngatawi. Ia merupakan tokoh yang dikenal di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Sastro lahir di Pati pada 27 Agustus 1966.

Dalam perjalanan organisasinya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain aktif di dunia kebudayaan, Sastro juga dikenal sebagai aktivis sosial. Ia pernah terlibat dalam advokasi masyarakat di kawasan Waduk Kedung Ombo.

Keterlibatan Sastro di bidang seni dan sosial turut melengkapi profil keluarga Arifatul yang lekat dengan aktivitas kemasyarakatan.

Lebih lanjut, perjalanan Arifatul di dunia organisasi dimulai sejak usia muda. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode 1989 hingga 1991.

Baca Juga: Saleh Daulay Lulusan Mana dan dari Partai Apa? Ini Profil Ketua Komisi VII DPR yang Cecar Menteri Pariwisata soal Anggaran

Setelah itu, Arifatul menempati berbagai posisi strategis di lingkungan organisasi NU, di antaranya sebagai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Fatayat NU serta Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Ia juga aktif di Majelis Alimat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), khususnya pada bidang informasi dan komunikasi.

Selain organisasi keagamaan, Arifatul ikut terlibat dalam berbagai gerakan sosial, termasuk Gerakan Nasional Anti Korupsi yang melibatkan unsur NU dan Muhammadiyah.

Tak hanya berkecimpung di organisasi, Arifatul juga memiliki pengalaman profesional di bidang media dan seni budaya.

Ia pernah menjadi produser sejumlah program televisi nasional, seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI.

Arifatul juga tercatat pernah menjadi Show Manager dalam konser kebangsaan yang mempertemukan Ki Ageng Ganjur dengan musisi internasional, seperti Tony Blackman dari Amerika Serikat dan Mary McBride.

Selain itu, ia pernah memimpin tim seni budaya Indonesia dalam berbagai tur internasional ke sejumlah negara, antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

Dalam bidang politik, Arifatul memiliki pengalaman cukup signifikan. Ia dikenal sebagai tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama dan aktif di berbagai jaringan sosial-politik nasional.

Pada Pemilihan Presiden 2024, Arifatul tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN).

Setelah pasangan Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres, Arifatul kemudian dipercaya masuk dalam Kabinet Merah Putih.

Kemudian, Presiden Prabowo melantik dirinya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Istana Negara, Jakarta.


Berita Terkait


News Update