Pasca Balita Tewas karena Kebakaran, Wali Kota Bogor Minta Warga Waspada Kebocoran Gas

Jumat 06 Mar 2026, 15:55 WIB
Petugas Damkar saat mengevakuasi tubuh balita berinisial Z, yang meninggal dunia akibat kebakaran di sebuah kontrakan, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Kamis, 5 Maret 202 kemarin. (Sumber: Damkar Bogor)

Petugas Damkar saat mengevakuasi tubuh balita berinisial Z, yang meninggal dunia akibat kebakaran di sebuah kontrakan, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Kamis, 5 Maret 202 kemarin. (Sumber: Damkar Bogor)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta warga untuk lebih waspada dengan kebocoran tabung gas yang bisa menyebabkan kebakaran dan membahayakan nyawa seseorang.

Hal tersebut dikatakan Dedie, usai seorang balita berinisial Z, 1 tahun meninggal dunia akibat terjebak di dalam kontrakan di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor saat kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran tabung gas.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan memastikan kondisi tabung serta regulator gas aman digunakan,” kata Dedie, Jumat 6 Maret 2026.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi tanung gas, selang dam regulator. Serta memastikan tak ada bau gas sebelum menyalakan kompor.

Baca Juga: Balita 1 Tahun Tewas dalam Kebakaran 3 Kontrakan di Bogor Tengah, Diduga Akibat Kebocoran Gas

Dedie mengatakan, jika tercium bau gas di dalam rumah, warga diminta untuk segera mematikan api, membuka ventilasi dan tidak menylakan peralatan listrik untuk menghindari kebakaran.

"Gunakan juga perlengkapan gas yang memenuhi standar keamanan serta segera mengganti jika ditemukan kerusakan pada selang maupun regulator," ujarnya.

"Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan gas di rumah tangga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkas Dedie. (cr-6)


Berita Terkait


News Update