Mengapa Masih Hujan di Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Jumat 24 Apr 2026, 07:48 WIB
Ilustrasi daun kering di musim kemarau (Sumber: Wilkimedia Commons)

Ilustrasi daun kering di musim kemarau (Sumber: Wilkimedia Commons)

Sementara itu, wilayah Sumatra baru diperkirakan memasuki kemarau pada Juni, disusul sebagian Kalimantan dan Sulawesi pada Juli.

Pola bertahap ini membuat kondisi cuaca di Indonesia sangat beragam dalam satu waktu. Di satu daerah bisa mulai kering, sementara daerah lain masih mengalami hujan intens.

Baca Juga: Terobos Palang Pintu, Guru TK Tewas Tertabrak Kereta di Cempaka Putih

Isu Kemarau Terparah 30 Tahun, Ini Klarifikasinya

Di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kering, muncul pula isu bahwa musim kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. BMKG meluruskan informasi tersebut.

Menurut BMKG, kemarau tahun ini memang diprediksi cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis normal. Namun, hal itu tidak serta-merta menjadikannya sebagai kemarau paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir.

Penegasan ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang berpotensi menyesatkan, sekaligus tetap waspada terhadap potensi dampak kekeringan yang mungkin terjadi di beberapa wilayah.


Berita Terkait


News Update