BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi mewakili mengapresiasi gelaran Kirab Binokasih Sanghyang Pake ke-IV di Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Pria yang akrab disapa Wanhay itu menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari warisan sejarah dan budaya, yang memiliki nilai penting untuk terus dijaga dan dilestarikan.
Kirab Binokasih Sanghyang Pake, kata Wanhay, bukan sekedar seremoni budaya, tetapi juga menjadi pengingat akan perjalanan sejarah bangsa yang panjang.
“Ini sejarah budaya yang harus dilestarikan. Apalagi pada kegiatan itu juga diceritakan sejarahnya dari A sampai Z. Jadi kita harus mendukung penuh agar budaya yang ada ini terus dijaga dan dilestarikan,” kata Wanhay, Rabu, 22 April 2026.
Baca Juga: DPRD Bogor Minta Pemkab Angkat Guru Honorer jadi PPPK Paruh Waktu
Ia menambahkan, kegiatan budaya kirab juga memiliki nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah dan identitas budaya sendiri.
“Jangan sampai anak-anak bangsa ini tidak tahu sejarah. Maka kegiatan seperti ini sangat baik sebagai bentuk pembelajaran,” ucapnya.
Wanhay juga menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memasukkan pembelajaran budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan.
Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat Kabupaten Bogor memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang layak dikenalkan secara luas, terutama kepada para pelajar melalui jalur pendidikan formal.
Baca Juga: DPRD Bogor Desak Pemkab Bersiaga Hadapi Cuaca Ekstrem jelang Akhir Tahun
“Bogor memiliki sejarah panjang dan budaya yang sangat baik. Jika dimasukkan ke dalam pembelajaran, tentu akan sangat positif agar masyarakat, khususnya anak-anak kita, bisa mengetahui sejarah dan budaya yang ada di Bogor,” ujarnya. (cr-6)
