JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ibu Rumah Tangga (IRT) di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, Watik, 46 tahun, mengaku keteteran mengatur uang belanja setelah harga minyak bertambah mahal.
"Tambah repotlah kita sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan minyak setiap hari kita harus butuh beli minyak. Tadinya harganya cuma, Rizki cuma 16 ribu, sekarang jadi 19 ribu," kata Wati kepada wartawan, Rabu, 22 April 2026.
Wati menggunakan satu liter atau 1 kg minyak untuk kebutuhan masak satu hari. Akibat harga bahan pokok seperti minyak, Wati mengaku harus lebih irit dalam pemakaian minyak agar tidak terlalu boros.
"Mau enggak mau harus lebih irit, harus bisa kita irit-iritin. Gimana pun caranya ya mau enggak mau harus begitu," tutur dia.
Baca Juga: Pedagang Tradisional di Jakarta Keluhkan Harga Minyak Mahal dan Barang Sulit Didapat
Di tengah harga kebutuhan yang bertambah mahal, gaji suaminya justru masih tetap.
"Sementara gaji suami kan enggak naik, gaji masih sama, tapi bahan pokok pada naik. Nah kita ibu rumah tangga yang jadi pusing," ujarnya.
Hal senada diutarakan Ningrum, 44 tahun. IRT tersebut terpaksa harus beralih ke minyak murah sejak harganya bertambah hingga Rp24 ribu.
"Biasa pakai Sunco, tapi diganti dulu karena lagi mahal minyaknya," ucapnya.
Ia berharap, pemerintah bisa mengatasi masalah ini. Ia meyakini pemerintah bisa melakukan intervensi dan menekan harga bahan pokok agar stabil.
