PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga MinyaKita di Pasar Badak, Pandeglang, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan pantauan di Pasar Badak, Pandeglang, harga MinyaKita dijual warga sebesar Rp20 ribu dalam satu kemasan isi 1 liter. Padahal, untuk HET yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Menurut keterangan para pedagang, kenaikan harga sudah tejadi dalam dua pekan terakhir sehingga memicu keluhan pedagang dan konsumen.
Selain MinyaKita, harga minyak curah juga ikut naik dari yang tadinya Rp16 ribu per liter kini menjadi Rp18 ribu per liter.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Ditreskrimsus Polda Banten Tindak 25 Kasus Kejahatan Lingkungan
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Badak Pandeglang, Rosadi mengungkapkan, kenaikan harga dipicu terbatasnya pasokan dari distributor dan meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
Namun, mereka juga menilai tidak ada operasi pasar maupun intervensi untuk menekan lonjakan harga.
"Sekarang Minyakita harganya Rp20.000 per liter, sebelumnya Rp17.000. Kalau yang curah dari Rp16.000 jadi Rp18.000. Barangnya ada, tapi stoknya tidak banyak dan kami juga sulit dapat barang," ungkap Rosadi, Kamis, 12 Februari 2026.
Rosadi menyebut bahwa harga minyak dari pihak distributor kini juga sudah naik. Jika sebelumnya MinyaKita dipasok dengan harga di bawah Rp200.000 per dus, kini mencapai sekitar Rp215.000 per dus.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Pandeglang Siap Tunjang Kebutuhan Pangan MBG
Kenaikan tersebut membuat dirimya dan pedagang lain tidak mungkin menjual sesuai harga sebelumnya.
