Kafe Tanpa Suara yang Memberdayakan Penyandang Disabilitas di Blok M

Minggu 19 Apr 2026, 18:59 WIB
Suasana di Sunyi Coffee di Jalan Barito I No.31, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Suasana di Sunyi Coffee di Jalan Barito I No.31, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

“Awalnya canggung, tidak tahu harus bagaimana, tapi setelah mencoba, ternyata menyenangkan. Kita jadi lebih sadar bahwa komunikasi tidak harus selalu dengan suara," kata James.

Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh Ansori. Pria asal Kabupaten Bandung itu mengaku bangga dengan para pekerja di Sunyi. Keterbatasan mereka tidak menghalangi untuk bekerja profesional dan pastinya ramah terhadap pelanggan. Disebutnya, kafe seperti ini mampu membuka pemahaman masyarakat terhadap kehidupan penyandang disabilitas. 

"Pengalaman yang didapat jauh lebih dari sekadar menikmati sajian, kita diajak memahami kehidupan teman-teman disabilitas. Ini bukan sekadar tempat ngopi," kata Ansori.

Baca Juga: PLN Sukses Jaga Keandalan Listrik Ajang Clash of Legends di GBK

Meski penyandang disabilitas, tapi para pekerjanya sudah mendapatkan pelatihan sesuai bidangnya. Mereka bekerja secara profesional dalam berbagai peran, mulai dari meracik minuman hingga melayani pelanggan. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi bentuk perlawanan terhadap stigma yang selama ini melekat.

Di tengah hiruk pikuknya Jakarta yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas, kehadiran ruang seperti ini menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari hal sederhana. Memberi kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari rasa kemanusiaan yang dimiliki pengusaha di tengah kelesuan ekonomi.

Tanpa suara tanpa kata-kata verbal, salah satu pegawai mengungkap rasa terima kasih atas kedatangan di kafe ini. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan dengan cara meletakkan ujung jari tangan di dekat dagu atau bibir.

Gerakan itu kemudian diarahkan perlahan ke depan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada pengunjung. (man)


Berita Terkait


News Update