Tak hanya itu, ikan ini juga berpotensi mengandung logam berat, seperti merkuri dan timbal yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Apabila dikonsumsi, dikawatirkan ada potensi keracunan makanan.
Baca Juga: Populasi Ikan Sapu-Sapu Tak Terkendali, Pemprov DKI Siapkan Tim Penanganan Khusus
Bahaya Ikan Sapu-Sapu
Ada beberapa bahaya ikan sapu-sapu bagi lingkungan yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat.
1. Spesies Ikan Invasif
Ikan sapu-sapu masuk ke dalam kategori ikan invasif yang keberadaannya dapat memberikan dampak buruk bagi biodiversitas hingga kesehatan manusia. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat di semua jenis lingkungan membuat ikan ini bisa bereproduksi dengan cepat.
Hal ini dapat menjadi ancaman bagi spesies air tawar lainnya yang berada dalam lingkungan yang sama dengan ikan sapu-sapu hingga potensi penurunan jumlah spesies ikan lokal.
2. Berdampak Pada Kondisi Lingkungan Air Tawar
Ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan menggali sarang yang dalam. Hal ini sangat merugikan karena dapat menggerus permukaan sungai yang lama kelamaan membuat struktur tanah rusak hingga berpotensi menyebabkan longsor di bantaran sungai.
Selain itu, kebiasaan makan ikan sapu-sapu yang juga cukup buruk membuat alga yang ada disungai hilang. Ini tentu kan berakibat buruk bagi spesies tunguhan dan invertebrata di dalamnya dan mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.
perairan Jakarta telah mendominasi lebih dari 60 persen.
“Ini berbahaya bagi biota air lainnya. Karena itu, populasinya harus mulai dikurangi secara masif agar ekosistem kembali normal,” kata Pramono.
