Dugaan Pelecehan Syekh Ahmad Misry, Modus Beasiswa dan Dana Umat Disorot

Jumat 17 Apr 2026, 17:40 WIB
Dugaan pelecehan Syekh Ahmad Misry. (Sumber: Instagram/@ahmad_almisry2)

Dugaan pelecehan Syekh Ahmad Misry. (Sumber: Instagram/@ahmad_almisry2)

POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama penceramah Syekh Ahmad Misry tengah menjadi perhatian luas masyarakat.

Dugaan modus yang digunakan terungkap melalui iming-iming beasiswa studi ke luar negeri yang ditawarkan kepada sejumlah santri yang kemudian diduga menjadi korban.

Modus Beasiswa Diduga Jadi Cara Menjerat Korban

Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku disebut memanfaatkan pengaruh serta posisi sosialnya sebagai pendakwah untuk mendekati santri di berbagai pondok pesantren.

Ia diduga kerap berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain guna memperluas jangkauan dan mencari target baru.

Baca Juga: Skandal VCS Terbongkar, Clara Shinta Hadapi Cerai dan Somasi Rp10,7 Miliar dari Keyndah

Pendekatan tersebut, menurut sejumlah keterangan, menyasar santri berprestasi yang sedang memperdalam ilmu Al-Qur’an.

Proses kaderisasi dan pembinaan dijadikan pintu masuk untuk membangun kedekatan emosional sebelum dugaan tindakan asusila dilakukan.

Ustaz Abi Makki mengungkapkan bahwa terduga pelaku sering memanfaatkan undangan ceramah di pesantren sebagai kesempatan untuk mencari calon santri yang akan dibina.

“Beliau datang ke pesantren karena diundang. Nanti kalau ada yang ingin dikader, diajak dengan iming-iming sekolah ke Mesir, lalu mulai didekati,” ungkapnya.

Dugaan Dana Umat Digunakan untuk Membiayai Korban

Fakta lain yang turut menjadi sorotan adalah dugaan penggunaan dana umat untuk membiayai keberangkatan para santri ke Mesir.

Dana tersebut diduga bukan berasal dari harta pribadi, melainkan hasil donasi para jemaah majelis taklim.

Menurut Ustaz Abi Makki, dana dari jemaah pada dasarnya dikumpulkan untuk mendukung pendidikan para penghafal Al-Qur’an.

“Iya betul, dari jemaah majelis. Biasanya memang untuk menopang ahli Quran agar bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Baca Juga: Siapa Doni Salmanan? Ini Profil, Kasus Penipuan, hingga Sumber Kekayaannya

Dugaan penyamaran sumber dana ini disebut menjadi bagian dari strategi untuk membangun citra sebagai sosok dermawan dan peduli pendidikan.

Dengan cara itu, para santri diduga dibuat merasa berutang budi sehingga lebih mudah diarahkan.

Komisi III DPR RI Soroti Aliran Dana

Kasus ini kini tidak hanya menyangkut dugaan pelecehan seksual, tetapi juga mengarah pada kemungkinan penyalahgunaan dana umat dan jabatan sosial.

Karena itu, perhatian khusus datang dari Komisi III DPR RI yang mendorong investigasi menyeluruh.

Penelusuran terhadap aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat dinilai penting untuk mengungkap apakah ada unsur pidana lain yang turut memfasilitasi rangkaian dugaan tindak kriminal tersebut.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau, sementara publik menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.


Berita Terkait


News Update