"Fast track ada empat bandara: Soekarno Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar. Yang dimaksud fast track ini adalah pemeriksaan imigrasi Saudi dilaksanakan di Indonesia. Setiap begitu tiba di Saudi, jemaah bisa langsung keluar bandara menuju ke bus tanpa melakukan pemeriksaan lagi di bandara Saudi," ucap Irfan.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang dan mempercepat mobilitas jemaah setibanya di Arab Saudi.
Baca Juga: Pemerintah Ajukan Tambahan Rp1,77 Triliun untuk Biaya Penerbangan Haji 2026, Jemaah Dipastikan Aman
Persiapan Layanan Haji Hampir Rampung
Dari sisi kesiapan layanan, pemerintah memastikan bahwa seluruh fasilitas bagi jemaah haji Indonesia hampir sepenuhnya siap. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan telah dipersiapkan secara matang.
"Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh operasional pelayanan haji. Akomodasi jemaah di Makkah meliputi 177 hotel, di Madinah ada 100 hotel."
"Layanan konsumsi di Makkah ada 51 dapur, di Madinah ada 23 dapur. Transportasi jemaah juga sudah kami persiapkan. Untuk kesehatan kami didukung dengan 40 klinik kesehatan di Makkah dan lima klinik kesehatan di Madinah," ujar Irfan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.
