Pemerintah Tetapkan Jadwal Keberangkatan dan Kepulangan Haji 2026, Puncak Ibadah 25-26 April di Arafah

Rabu 15 Apr 2026, 14:20 WIB
Ilustrasi. Kemenag merilis jadwal haji 2026, jemaah mulai masuk asrama 21 April dan berangkat 22 April. Pemulangan dimulai 1 Juni hingga 1 Juli dengan layanan siap penuh. (Sumber: Pexels/Fahad Puthawala)

Ilustrasi. Kemenag merilis jadwal haji 2026, jemaah mulai masuk asrama 21 April dan berangkat 22 April. Pemulangan dimulai 1 Juni hingga 1 Juli dengan layanan siap penuh. (Sumber: Pexels/Fahad Puthawala)

"Fast track ada empat bandara: Soekarno Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar. Yang dimaksud fast track ini adalah pemeriksaan imigrasi Saudi dilaksanakan di Indonesia. Setiap begitu tiba di Saudi, jemaah bisa langsung keluar bandara menuju ke bus tanpa melakukan pemeriksaan lagi di bandara Saudi," ucap Irfan.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang dan mempercepat mobilitas jemaah setibanya di Arab Saudi.

Baca Juga: Pemerintah Ajukan Tambahan Rp1,77 Triliun untuk Biaya Penerbangan Haji 2026, Jemaah Dipastikan Aman

Persiapan Layanan Haji Hampir Rampung

Dari sisi kesiapan layanan, pemerintah memastikan bahwa seluruh fasilitas bagi jemaah haji Indonesia hampir sepenuhnya siap. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan telah dipersiapkan secara matang.

"Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh operasional pelayanan haji. Akomodasi jemaah di Makkah meliputi 177 hotel, di Madinah ada 100 hotel."

"Layanan konsumsi di Makkah ada 51 dapur, di Madinah ada 23 dapur. Transportasi jemaah juga sudah kami persiapkan. Untuk kesehatan kami didukung dengan 40 klinik kesehatan di Makkah dan lima klinik kesehatan di Madinah," ujar Irfan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.


Berita Terkait


News Update