Ia menambahkan, dalam penyaluran bansos pihaknya mengacu pada data usulan desa, seperti kondisi rumah dan penggunaan listrik, tanpa melakukan pengecekan langsung ke setiap KPM.
"Dengan jumlah masyarakat yang besar, tidak memungkinkan kami mengecek satu per satu," katanya
Seluruh proses pengusulan hingga pelaporan bansos, lanjutnya, kini telah dilakukan secara digital melalui sistem terintegrasi SIKS-NG.
"Kami berharap melalui proses ground check yang terus berjalan, kesalahan data penerima bansos di Kabupaten Lebak dapat ditekan secara signifikan sehingga penyaluran bantuan lebih tepat sasaran," pungkasnya.