Selain itu, faktor regulasi seperti TKDN juga menjadi pertimbangan penting. Tidak semua perangkat bisa langsung masuk tanpa penyesuaian strategi produksi dan distribusi.
Baca Juga: Polytron Indonesia Open 2026 Digelar Juni, Deretan Pebulutangkis Dunia Siap Tampil di Istora GBK
Meski begitu, peluangnya tetap terbuka. Industri game dan esports di Indonesia terus tumbuh, diiringi kebutuhan perangkat dengan performa tinggi. Tablet, dengan layar lebih luas, menawarkan pengalaman yang berbeda lebih imersif, namun tetap portabel.
Apakah mereka akan masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat? Belum tentu. Tapi arah yang mereka ambil sudah cukup memberi sinyal: tablet gaming bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan potensi pasar yang serius.
