JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat Jakarta menjadi ibu kota terpadat yang menduduki peringkat pertama dengan total penduduk mencapai 42 juta jiwa.
Adapun kota terpadat kedua diduduki oleh Dhaka, Bangladesh, dengan total 36,6 juta penduduk.
Chico Hakim menjelaskan bahwa angka 42 juta penduduk di Jakarta versi PBB mencerminkan jumlah orang yang beraktivitas dan mobilitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Angka tersebut bukan menunjukkan jumlah penduduk yang memiliki KTP Jakarta.
"Jumlahnya mencapai 42 juta jiwa yang dihitung berdasarkan aktivitas harian, bukan penduduk resmi," ucap Chico kepada Poskota, Selasa, 14 April 2026.
Chico menyatakan bahwa data PBB dalam dokumen World Urbanization Prospects 2025 menempatkan Jakarta sebagai kota paling padat di dunia.
Data tersebut bersumber dari lembaga internasional, estimasi kawasan metropolitan, serta mobilitas penduduk.
"Sifat datanya adalah De facto, yaitu berdasarkan siapa saja yang berada atau beraktivitas di area Jakarta," ujar Chico.
Baca Juga: 2 Kali Ledakan Diduga Dari Gas Portabel, Ketua RT Ungkap Penghuni Kos Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Lebih lanjut, Chico menegaskan, 42 juta penduduk itu dianggap secara fungsional atau penggambaran urbanisasi di kota megapolitan.
Angka itu, dikatakan Chico, mengukur orang yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta, termasuk yang tinggal di pinggiran atau kota penyangga.
Meski demikian, secara administratif jumlah penduduk Jakarta yang resmi terdaftar mencapai 11.010.514 jiwa.
Data tersebut merujuk pada Data Kependudukan Bersih Semester I 2025 Provinsi DKI Jakarta dari Ditjen Dukcapil, Kemendagri.
Baca Juga: Diduga Terjadi Korsleting Listrik, Lima Pintu Rumah Kontrakan di Kebon Jeruk Jakbar Ludes Terbakar
"Angka ini merupakan penduduk resmi berdasarkan NIK yang teregistrasi beralamat di Jakarta dan merupakan data resmi negara. Sumber data berasal dari Kemendagri (Ditjen Dukcapil) berupa Data Kependudukan Bersih yang dirilis per semester," ujarnya. (cr-4)
