Baca Juga: Viral Video Netanyahu Disebut Punya Enam Jari, Rumor Kematian Beredar di Tengah Konflik
Delegasi AS yang dipimpinnya memutuskan kembali ke Washington tanpa membawa satu pun kesepakatan konkret. Kegagalan ini sekaligus menandai berakhirnya upaya diplomasi yang sebelumnya sempat diklaim Trump sebagai peluang gencatan senjata sementara.
Dunia Menanti Respons Iran
Ancaman terbuka dari Trump menandai fase baru dalam konflik AS-Iran, di mana opsi militer kini semakin dominan.
Penggunaan kekuatan terhadap aset negara di jalur internasional berisiko memicu eskalasi besar di kawasan Teluk Persia.
Komunitas internasional kini menanti langkah Teheran. Jika Iran tetap mengerahkan kapal-kapalnya untuk menembus blokade, potensi bentrokan bersenjata di kawasan tersebut dinilai hampir tidak terelakkan.
Baca Juga: AS Pasang Hadiah Rp169 Miliar: Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Situasi ini menempatkan Selat Hormuz sebagai salah satu titik paling rawan konflik global saat ini, dengan dampak yang bisa meluas ke sektor ekonomi dan keamanan internasional.
