BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, menyoroti masih tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan serta maraknya perundungan (bullying) yang dialami anak-anak.
Ia menilai, pemerintah perlu menghadirkan solusi nyata berupa layanan pengaduan dan pendampingan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Menurut Rieke, hingga saat ini masih banyak korban yang kesulitan mengakses bantuan, baik dari sisi pelaporan maupun pendampingan psikologis dan hukum. Karena itu, ia mendorong agar setiap kelurahan memiliki pos pengaduan yang mampu memberikan advokasi secara cepat dan mudah dijangkau.
“Masih banyak perempuan yang menjadi korban KDRT dan anak-anak yang mengalami bullying. Harusnya di setiap kelurahan ada tempat untuk mengadu sekaligus pendampingan, supaya mereka tidak merasa sendirian,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Bullying pada Anak, Dinas PPAPP DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Perkuat Ketahanan Keluarga
Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap anak-anak korban perundungan. Menurutnya, anak-anak belum memiliki kematangan berpikir seperti orang dewasa, sehingga membutuhkan penjelasan dan pendampingan yang lebih intensif agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
“Anak-anak itu belum sampai pada tahap memahami persoalan secara utuh. Mereka perlu dibimbing, diberi penjelasan yang baik, baik oleh orang tua maupun lingkungan,” katanya.
Selain isu perlindungan perempuan dan anak, Rieke juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga, sehingga perlu didorong untuk lebih mandiri dan berdaya.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah menghadirkan pusat-pusat pemasaran produk UMKM di setiap kecamatan. Menurutnya, potensi produk lokal di tiap wilayah sangat beragam, mulai dari kerajinan tangan seperti boneka dan rajutan, hingga kuliner rumahan.
Baca Juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Bullying Siswa SMKN 1 Cikarang Barat, 20 Adegan Perkuat Alat Bukti
“Pemerintah perlu memfasilitasi adanya pasar atau ruang khusus di setiap wilayah, agar warga bisa menjual produk-produknya. Potensi tiap daerah itu berbeda-beda, ada yang kuat di kerajinan, ada juga di makanan,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Rieke, fasilitas pemasaran masih terbatas di beberapa titik seperti Balai Kota. Ia berharap ke depan setiap kecamatan memiliki ruang khusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Lebih jauh, ia juga mendorong agar warga dan wisatawan yang datang ke Kota Bandung turut mendukung produk lokal. Dengan begitu, roda ekonomi masyarakat bisa terus bergerak dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan keluarga.
“Saya berharap warga Kota Bandung sendiri, termasuk wisatawan, bisa membeli dan memanfaatkan produk-produk UMKM lokal. Ini akan menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus berkarya,” pungkasnya.
