JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinamika kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) periode 2022–2026 mencapai titik kritis.
Sebanyak 30 Pengurus Provinsi (Pengprov) secara resmi mengirimkan surat mosi tidak percaya dan mendesak segera dilaksanakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengevaluasi kepemimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti.
Gelombang mosi ini berasal dari mayoritas wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Surat resmi tersebut juga telah ditembuskan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Baca Juga: IFF 2026 Hadirkan Sensasi Olahraga dan Rave Culture di Jakarta
Para pengurus provinsi menilai kepemimpinan PB MI saat ini telah menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Beberapa poin krusial yang menjadi landasan mosi tidak percaya tersebut meliputi, Pengambilan Keputusan Sepihak dan Kepemimpinan dinilai tidak partisipatif dan sering mengabaikan aspirasi daerah.
Merespons situasi ini, Bidang Hukum PB MI, Zulkifli Lubis menegaskan, mosi tidak percaya merupakan hak konstitusional anggota, sebagaimana diatur di AD/ART PB MI.
"Dengan adanya permintaan dari 30 Pengprov, maka PB MI wajib menyelenggarakan Munaslub berdasarkan ketentuan pasal AD/ART PB MI," kata Zulkifli dalam keterangannya, Jumat, 3 April 2026.
Baca Juga: CFD Margonda Depok Kembali Digelar, Warga Antusias Olahraga dan UMKM Kebanjiran Pembeli
Senada, perwakilan Bidang Organisasi PB MI, Bayu Rifwanda mengakui adanya hambatan serius dalam tata kelola organisasi yang berdampak langsung pada prestasi di daerah.
