Harga BBM Berpotensi Naik, Menhub Pertimbangkan Kenaikan Tarif Transportasi Umum dan Penerbangan

Senin 30 Mar 2026, 18:14 WIB
Menhub ungkap dampak kenaikan harga BBM dan avtur terhadap tarif penerbangan. Pemerintah masih kaji kebijakan sambil memastikan stok energi nasional tetap aman. (Sumber: Poskota/Muhammad Tegar Jihad)

Menhub ungkap dampak kenaikan harga BBM dan avtur terhadap tarif penerbangan. Pemerintah masih kaji kebijakan sambil memastikan stok energi nasional tetap aman. (Sumber: Poskota/Muhammad Tegar Jihad)

POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga minyak global mulai berdampak pada sektor transportasi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan membuka kemungkinan evaluasi tarif angkutan, termasuk penerbangan, jika tekanan biaya operasional semakin terasa.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM), termasuk avtur, yang menjadi komponen utama dalam industri transportasi udara.

Di tengah dinamika global yang tidak menentu, pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlangsungan operasional sektor transportasi.

Baca Juga: Nuon Dorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle, Tangkap Potensi Pasar Nasional

Opsi Kenaikan Tarif Transportasi Masih Dikaji

Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan kajian menyeluruh apabila kenaikan harga BBM berdampak signifikan terhadap biaya operasional.

"Tentunya kita akan melakukan pengkajian maupun evaluasi, apakah masih dengan kondisi sekarang masyarakat masih menghendaki tarif tetap rendah. Tapi kondisi global di mana terjadi hal-hal yang perlu kita antisipasi, jadi kita akan melakukan exercise berbagai kemungkinan,” katanya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin 30 Maret 2026.

Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan kebijakan terkait penyesuaian tarif batas atas (TBA). Namun, potensi kenaikan harga BBM dinilai tetap perlu diantisipasi. "Itu harus kita antisipasi juga," tambahnya.

Kenaikan Harga BBM Berpotensi Pengaruhi Tarif Penerbangan

Dudy mengakui bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia berimbas pada kenaikan harga BBM, termasuk avtur. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tarif penerbangan dalam waktu ke depan.

Namun, keputusan terkait kebijakan tarif masih menunggu arahan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah memastikan bahwa sektor transportasi tetap berjalan normal di tengah tekanan global.

"Sejauh ini sesuai dengan penjelasan dari perwakilan staf ahli Menteri ESDM bahwa semua hal yang terkait dengan BBM aman. Jadi kami harus mempercaya itu dan meyakinkan itu, dan kemudian kami melaksanakan kegiatan transportasi sebagaimana mestinya," lanjut Dudy.

Baca Juga: Juwono Sudarsono Sakit Apa? Ini Fakta Kondisi Terakhir Eks Menteri Pertahanan RI Sebelum Wafat

Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi nasional tetap aman dan belum ada kebijakan khusus terkait kenaikan harga BBM. "Sejauh ini sesuai dengan penjelasan dari perwakilan staf ahli Menteri ESDM bahwa semua hal yang terkait dengan BBM aman,” kata Dudy di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin 30 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjalankan aktivitas transportasi seperti biasa tanpa langkah tambahan untuk saat ini.

Menteri ESDM Tegaskan Subsidi Energi Belum Dibatasi

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk membatasi subsidi energi, berbeda dengan beberapa negara lain.

“Sampai dengan sekarang kita (Pemerintah) belum ada opsi untuk membatasi subsidi,” ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat 27 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.

Bahlil juga menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menjamin ketersediaan energi dalam negeri. “Yang penting bagi kita (Pemerintah) adalah bagaimana bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear,” jelasnya.

Baca Juga: Mendag Pastikan Stok Pangan Aman Usai Lebaran, Harga Cabai Sempat Naik Akibat Cuaca

Harga BBM Dipastikan Belum Mengalami Kenaikan

Dalam kesempatan sebelumnya, Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum menaikkan harga BBM. "Dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga,” katanya dalam konferensi pers, Kamis 26 Maret 2026.

Pemerintah juga memastikan distribusi energi, termasuk BBM dan LPG, berjalan lancar selama periode Lebaran, termasuk saat arus balik. "Seperti apa saya sampaikan di awal bahwa InsyaAllah pemerintah akan berjaga tentang pasokan energi, kemudian cadangan energi kita dan harga,” ujar dia.

Meskipun belum ada keputusan resmi terkait kenaikan tarif transportasi maupun harga BBM, pemerintah membuka peluang evaluasi jika tekanan global terus berlanjut. Stabilitas pasokan energi dan perlindungan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi gejolak harga minyak dunia.


Berita Terkait


News Update