JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Program sembako gratis kepada masyarakat yang digelar pemerintah di kawasan Monas, Jakarta Pusat, mendapatkan kesan positif. Namun disisi lain, masyarakat juga skeptis terhadap itu.
Salah satu warga yang datang ke Monas bukan untuk mendapatkan sembako, Pujiyanto, 38 tahun, justru melihat bahwa pemerintah seharusnya berkaca meskipun antusias masyarakat pada acara tersebut tinggi.
"Masyarakat kan bayar pajak, jadi menurut saya sembako gratis itu bukan dari pemerintah, tapi dari masyarakat yang membayar pajak," kata pria yang akrab disapa Yanto ketika sedang jalan-jalan ke Monas, Sabtu, 28 Maret 2026.
Yanto menyampaikan, semestinya pemerintah memberikan program lain yang memberikan dampak signifikan. Seperti misalnya membuka lapangan pekerjaan ataupun misalnya memberikan modal usaha.
Baca Juga: Kepulauan Seribu Diserbu 10 Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
"Mending kasih buat modal usaha, didata warga yang memang benar-benar membutuhkan itu. Kalau yang sudah punya usaha, UMKM, bantu dikembangkan supaya maju dan berkembang," katanya.
Di lokasi, ribuan orang dari berbagai wilayah berdatangan. Mayoritas yang datang merupakan rombongan atau kelompok.
Pembagian sembako gratis dan pasar murah ini diserbu masyarakat karena menurut mereka hal ini sangat membantu khususnya terhadap perekonomian yang sedang lesu.
Salah satu yang datang yaitu Jamila, 46 tahun, ibu rumah tanggal asal Kelurahan Ujung Menteng, Jakarta Timur, yang datang bersama rombongan yang masih tetangga.
Baca Juga: Transjakarta Akademi Cetak 125 Pramudi Baru, Fokus Peremajaan Mikrotrans
"Awalnya dapat kupon dari Kelurahan untuk pembagian sembako, ya udah karena ibu-ibu kalau ada beginian kan pada seneng," kata Jamila kepada Poskota di lokasi, Sabtu.
Jamila mengaku senang ketika mendapatkan kupon yang bisa ditukar dengan sembako. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu dirinya yang merupakan ibu rumah tangga.
Terik matahari serta antrean yang terlihat sangat panjang tidak nenyurutkan Jamila untuk mendapatkan sembako serta mendatangi pasar murah yang digelar di kawasan Monas ini.
"Kalau saya sih merasa terbantu ya, karena kan ekonomi lagi susah juga. Ke sini juga sekalian jalan-jalan lah," ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Depok Kembali Gelar CFD Usai Libur Lebaran 2026
Bahkan Jamila berharap kegiatan seperti ini dapat intens dilakukan yang menyasar kepada kalangan tidak mampu. Sebab menurut dia hal ini sangat membantu dari sisi ekonomi.
"Kalau bisa kegiatan kayak gini rutin, sebulan sekali, jadi masyarakat kayak kita gini merasa terbantu," tuturnya.
Di lokasi, terdapat sejumlah tenan dari masing-masing wilayah Kota Administrasi Jakarta. Pembagian sembako dilakukan secara teratur, dalam hal ini per wilayah Kota Administrasi Jakarta.
Salah satu panitia acara, Lulu menyampaikan, ada sekitar 21 ribu paket sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat. Adapun paket sembako yang dibagikan berisikkan 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 ekor daging ayam, 1 kilogram telur ayam, dan satu kaleng sarden.
"Pembagiannya ke masyarakat itu satu kupon dapat satu paket sembako," kata Lulu. (pan)
