Dinkes Kabupaten Tangerang Fokus Tangani Stunting di 10 Desa

Senin 29 Jun 2026, 16:48 WIB
Ilustrasi penanganan stunting. (Sumber: POSKOTA | Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Ilustrasi penanganan stunting. (Sumber: POSKOTA | Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat terdapat 10 desa/kelurhan yang ada di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang menjadi lokus utama penanganan stunting ditahun 2026 ini. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, bahwa perekonomian dan sanitasi menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting kepada masyarakat di Kabupaten Tangerang. 

Apabila ekonomi masyarakat kurang, maka kemampuan keluarga tersebut untuk menyediakan makanan bergizi untuk balita dan keluarganya pasti tidak akan maksimal.

"Ketika asupan makan kurang maka pemenuhan zat gizi bagi tubuh juga tidak maksimal sehingga menyebabkan stunting. Nah, pemenuhan asupan makanan yang bergizi tentunya sangat berhubungan dengan kemampuan ekonomi masyarakat," katanya, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga: BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Untuk itu, berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang No. 794 Tahun 2025 tentang penetapan desa/ kelurahan lokus prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim tahun 2026, terdapat 10 desa yang menjadi prioritas penanganan stunting oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Adapun, ke 10 desa itu di antaranya Desa Gaga dan Desa Pakuhaji di Kecamatan Pakuhaji, Desa Mekarsari dan Desa Sukatani di Kecamatan Rajeg, Desa Pangkalan dan Desa Kebun Cau di Kecamatan Teluknaga.

Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, dan Desa Gunung Kaler, di Kecamatan Gunung Kaler.

"Jadi ada 10 desa, di 7 Kecamatan, diantaranya Gunung Kaler, Rajeg, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, Solear, dan Sepatan Timur," ungkapnya.

Baca Juga: Baznas dan Kemendukbangga Percepat Pengentasan Stunting di Pelosok Lebak

Lanjut Hendra faktor lain penyebab stunting yakni kurangnya sanitasi lingkungan di sejumlah wilayah. 

"Pengelolaan sampah yang kurang baik, buang air besar (BAB) sembarangan menyebabkan kondisi lingkungan menjadi buruk yang kemudian menjadi penyebab tingginya infeksi pada balita yang kemudian menjadi awal terjadinya stunting," pungkasnya. 


Berita Terkait


News Update