Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Memuncak 28-29 Maret, Pemerintah Imbau Pulang Lebih Awal

Kamis 26 Mar 2026, 16:00 WIB
Ilustrasi. Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi akhir Maret. Pemerintah mendorong masyarakat kembali lebih awal. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Ilustrasi. Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi akhir Maret. Pemerintah mendorong masyarakat kembali lebih awal. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Pola ini menunjukkan bahwa arus balik mulai terdistribusi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu. Adapun total kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai sekitar 1,96 juta kendaraan atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun lalu.

Pratikno menyampaikan, berkat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam pengaturan lalu lintas, tingginya mobilitas masyarakat pada tahun ini dapat dikelola dengan baik.

"Alhamdulillah, arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat, namun kasus kecelakaan justru menurun. Ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi tetap bisa dikelola dengan baik dan semakin aman," ujarnya.

Peningkatan Mobilitas Selama Mudik

Data pemantauan menunjukkan bahwa puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 (H-3) mencapai lebih dari 270.315 kendaraan, meningkat sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai sekitar 2,52 juta kendaraan, atau naik tipis 0,9 persen dibanding tahun 2025.

Data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 menunjukkan bahwa puncak pergerakan pemudik terjadi secara serentak di berbagai moda transportasi.

Pada H-3 Lebaran, pergerakan tertinggi tercatat pada angkutan penyeberangan sebesar 403.883 penumpang, diikuti angkutan kereta api sebanyak 401.238 penumpang, angkutan udara 311.836 penumpang, serta angkutan darat 232.016 penumpang.

Baca Juga: Jasa Marga Klaim Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali Meski Rekor Kendaraan Tembus 270 Ribu

Tingkat Keselamatan Meningkat

Meski terjadi peningkatan mobilitas, tingkat keselamatan justru menunjukkan perbaikan signifikan. Sepanjang periode mudik, jumlah kecelakaan tercatat turun sekitar 16 persen dibandingkan tahun 2025, dari 31 kejadian menjadi 26 kejadian.

Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan arus mudik tidak hanya mampu mengakomodasi peningkatan pergerakan, tetapi juga semakin efektif dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, pemerintah berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar bagi seluruh masyarakat.


Berita Terkait


News Update