Pimpin Rapat Evaluasi, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Transformasi Layanan RSUD Yowari

Rabu 18 Mar 2026, 00:00 WIB
Wamendagri Ribka Haluk memimpin rapat evaluasi dan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 17 Maret 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Wamendagri Ribka Haluk memimpin rapat evaluasi dan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di RSUD Yowari, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 17 Maret 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Menurut Ribka, kapasitas RSUD Yowari perlu diperkuat karena melayani tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga pasien rujukan dari berbagai daerah, termasuk daerah otonom baru (DOB).

“Wilayah ini adalah hub, sehingga banyak masyarakat dari daerah otonom baru datang berobat ke sini. Sementara kapasitas rumah sakit masih terbatas, baik dari sisi tempat tidur, obat, maupun peralatan,” ucapnya.

Terkait BPJS Kesehatan, ia menyoroti masih adanya peserta yang tidak aktif meskipun telah memiliki kartu kepesertaan. Berdasarkan uji petik di lapangan, banyak masyarakat memiliki kartu BPJS tetapi tidak aktif. Menurutnya, hal ini tidak boleh terjadi.

"Akan segera kita koordinasikan untuk diaktifkan kembali,” tuturnya.

Ia juga menyinggung perlunya perbaikan tata kelola anggaran rumah sakit, khususnya terkait komposisi belanja sumber daya manusia (SDM). Belanja SDM harus proporsional dengan standar alokasi sekitar 40–45 persen. "Sementara di sini sudah mencapai sekitar 50 persen. Ini akan kita evaluasi bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Mendagri Tandatangani SKB 7 Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial

Selanjutnya, ia mendorong peningkatan status RSUD Yowari menjadi rumah sakit tipe B dengan pemenuhan sejumlah persyaratan. Untuk naik ke tipe B, kapasitas tempat tidur minimal sekitar 250 unit, sementara saat ini masih sekitar 130 unit. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk memenuhinya.

Selain itu, ia menekankan perlunya mengatasi kendala ketersediaan darah. Ia mengimbau ASN, TNI, Polri, dan masyarakat untuk menjadi relawan donor darah, mengingat kebutuhan darah masih menjadi tantangan.

Terakhir, ia juga menyoroti pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit. Pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

“Kesehatan bukan hanya tugas tenaga medis, tetapi tanggung jawab kita semua. Kalau kita bekerja dengan hati, pelayanan pasti bisa kita perbaiki,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, Bupati Jayapura Yunus Wonda, Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Albert Yoku, Direktur RSUD Yowari beserta jajaran dokter, manajemen, dan perawat, perwakilan PMI, perwakilan BPJS Papua, Kapolres Jayapura, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura. Sejumlah pejabat kementerian juga mengikuti rapat secara virtual.


Berita Terkait


News Update