Oleh: Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - Ada pepatah mengatakan ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’. Makna pepatah itu bisa cukup beragam,tetapi intinya bahwa persatuan itu akan membuahkan kekuatan, sedangkan perceraian akan mendatangkan keruntuhan.
Pepatah ini merupakan seruan moral untuk senantiasa dapat bekerja sama, bergotong royong dalam mengatasi segala macam tantangan. Dengan bekerja sama menyelesaikan segala persoalan, tantangan terasa semakin ringan, hasilnya lebih maksimal.
“Pepatah ini merupakan ajakan untuk terus membangun persatuan di tengah keberagaman, terlebih kian meruncingnya perbedaan dalam menyikapi keadaan,” ujar bung Heri mengawali obrolan wareg bersama sohibnya,mas Bro dan bang Yudi.
“Pepatah ini bagus, tapi teman kita kadang sering diplesetkan: Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Masjid Tempat Singgah Para Pemudik
“Itu pepatah untuk dirinya, mungkin pengalaman pribadinya, bukan untuk kita. Kita merujuk yang umum saja, bercerai kita runtuh,” jawab Heri.
“Dalam pepatah berbahasa Jawa juga dikenal : Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah. Makna filosofinya sama bahwa kerukunan akan membawa kepada kekuatan dan keharmonisan, sedangkan perseteruan, perpecahan akan mendatangkan kehancuran dan kekacauan,” urai mas Bro.
“Nah, lantas bagaimana membina kerukunan agar negara kita semakin kuat dan santosa?,” tanya Yudi.
“Kalau dalam dunia politik, kita kenal politik merangkul, bukan memukul. Atraksi politik yang membangun persahabatan-pertemanan, bukan permusuhan,”kata mas Bro.
