Apakah Lailatul Qadar Hanya Bisa Didapat Saat Iktikaf di Masjid? Ini Penjelasannya

Sabtu 14 Mar 2026, 17:00 WIB
Umat Islam melakukan iktikaf dan memperbanyak ibadah di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Umat Islam melakukan iktikaf dan memperbanyak ibadah di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadan. Malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini turun pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Karena itu, banyak muslim berusaha memperbanyak ibadah pada periode tersebut.

Salah satu amalan yang identik dengan pencarian Lailatul Qadar adalah iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Tradisi ini telah dilakukan sejak masa Nabi Muhammad SAW dan terus diamalkan hingga sekarang.

Namun di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: apakah seseorang harus melakukan iktikaf di masjid agar bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar?

Baca Juga: Sedekah: Jalan Mudah Menuju Keberkahan Hidup

Iktikaf dalam Al-Qur’an dan Hadis

Secara bahasa, iktikaf berarti menetap atau berdiam diri. Dalam konteks ibadah, iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.

Anjuran mengenai iktikaf dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187:

ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: "Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

Selain itu, hadis riwayat Muslim dari Aisyah RA juga menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW.

“Nabi SAW melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melanjutkan iktikaf setelah beliau wafat.”

Dari dalil tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa iktikaf merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Apakah Iktikaf Menjadi Syarat Mendapatkan Lailatul Qadar?


Berita Terkait


News Update