Eksploitasi Air Tanah Picu Penurunan Tanah, PAM Jaya Minta Zona Bebas Air Tanah Diperluas

Rabu 11 Mar 2026, 18:02 WIB
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasruddin di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasruddin di Pressroom Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.IDPT PAM Jaya (Perseroda) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas zona bebas air tanah (ZOBAT) seiring meningkatnya cakupan layanan air bersih perpipaan di Ibu Kota.

Kebijakan ini dinilai penting untuk menekan eksploitasi air tanah yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, termasuk penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang telah terjadi di sejumlah kota di Indonesia.

Direktur Utama PT PAM Jaya, Arief Nasruddin mengatakan perluasan zona bebas air tanah perlu segera dilakukan karena layanan air perpipaan di Jakarta kini telah menjangkau sebagian besar wilayah.

Menurut Arief, cakupan layanan PAM Jaya telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan meningkat hingga 82 persen pada tahun ini.

Baca Juga: PAM JAYA Targetkan 2.000 Toren Gratis pada 2026, Prioritaskan Warga Berpenghasilan Rendah

"Saya ingin menekankan soal zona bebas air tanah. Kami meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar zona tersebut diperluas karena cakupan layanan kami sudah mencapai sekitar 80 persen," ujar Arief di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa gedung-gedung tinggi yang telah terhubung dengan jaringan air bersih PAM Jaya seharusnya tidak lagi menggunakan air tanah sebagai sumber utama.

"Saya harus menyatakan secara tegas bahwa gedung tinggi yang sudah tersuplai air perpipaan harus berhenti menggunakan air tanah," kata Arief.

Eksploitasi Air Tanah Picu Penurunan Permukaan Tanah

Arief menjelaskan bahwa eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Salah satu dampaknya adalah penurunan permukaan tanah yang kini mulai terjadi di berbagai daerah.

Baca Juga: Air Terganggu Sebulan, PAM Jaya Sebut Indikasi Sumbatan Pipa di RW 03 Jembatan Besi

Ia mencontohkan sejumlah wilayah yang mengalami fenomena tersebut akibat penggunaan air tanah yang tidak terkendali.


Berita Terkait


News Update