Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada Penularan Campak Jelang Lebaran 2026

Selasa 10 Mar 2026, 15:05 WIB
Ilustrasi, Kemenkes imbau masyarakat waspada penularan campak. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, Kemenkes imbau masyarakat waspada penularan campak. (Sumber: freepik)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur lebaran 2026.

Peningkatan mobilitas dan potensi kerumunan saat perjalanan serta silaturahmi dinilai dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap.

Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi, serta enam kematian. 

Sebanyak 45 kejadian luar biasa (KLB) campak tercatat di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Daftar Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 di Pulau Jawa, Cek Jadwalnya

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan, tren kasus campak sempat mengalami peningkatan cukup signifikan pada Januari 2026. Namun, berdasarkan pemantauan terbaru, tren ini mulai menurun sepanjang Februari.

“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Andi dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.

Meski tren mulai menurun, Andi menegaskan masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran. Mobilitas dan aktivitas berkumpul berpotensi meningkatkan risiko penularan.

“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” ucap Andi.

Baca Juga: 10 Ruas Tol Fungsional Gratis Dibuka Khusus Buat Mudik Lebaran 2026, Cek Daftarnya

Kemenkes mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah terdampak sebagai langkah pengendalian penyebaran campak. Selain itu, program Catch Up Campaign atau imunisasi kejar campak-rubella (MR) juga digencarkan di daerah berisiko.


Berita Terkait


News Update