Ia menyebut kondisi ini sebagai “alarm” bagi perekonomian global karena kenaikan harga energi dapat mendorong lonjakan biaya produksi dan distribusi.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara mempertahankan daya beli masyarakat dan mengelola beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah antisipasi dinilai menjadi kunci agar stabilitas ekonomi tetap terjaga, terutama menjelang momentum Idulfitri ketika konsumsi masyarakat biasanya meningkat.
