JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan kepada masyarakat, khususnya orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dengan salah satu penyakit infeksi paling menular di dunia.
Meski vaksin sudah tersedia, penurunan cakupan imunisasi di berbagai negara membuat kasus campak kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Penyakit campak sendiri disebabkan virus morbillivirus yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi. Virus ini dapat menyebar dengan cepat di lingkungan masyarakat apabila cakupan imunisasi tidak mencapai tingkat yang memadai.
“Campak ini sangat menular dan disebabkan oleh morbillivirus. Penyakit ini menjadi ancaman kesehatan di berbagai negara. Meskipun vaksinnya sudah tersedia dan efektif selama puluhan tahun, permasalahan yang terjadi saat ini adalah cakupan imunisasi yang menurun,” ujar Dicky kepada Poskota, Selasa, 10 Maret 2026.
Baca Juga: Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Campak-Rubella Aman, Tersedia 9,5 Juta Dosis
Dicky mengatakan kasus campak meningkat di banyak negara dalam dua tahun terakhir akibat menurunnya cakupan imunisasi rutin. Ia mengingatkan, virus campak memiliki tingkat penularan sangat tinggi dengan angka reproduksi dasar (R0) yang dapat mencapai 18.
“Peningkatan kasus campak dalam dua tahun terakhir di banyak negara terjadi terutama karena cakupan imunisasi rutin yang menurun. Padahal virus ini memiliki basic reproduction number atau R0 yang bisa sampai 18, sehingga menjadi salah satu penyakit infeksi paling menular,” kata dia.
Gejala Infeksi Campak
Dicky juga mengingatkan orang tua untuk mengenali gejala awal campak pada anak, karena setelah terpapar virus, penyakit ini memiliki masa inkubasi sekitar satu hingga dua minggu sebelum gejala muncul.
“Gejala awal pada anak biasanya muncul dua hingga empat hari sebelum ruam khas campak muncul. Anak biasanya mengalami demam tinggi yang disertai gejala yang dikenal sebagai 3C, yaitu cough atau batuk, coryza atau pilek berat, dan conjunctivitis atau mata merah,” kata Dicky.
Baca Juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada Penularan Campak Jelang Lebaran 2026
Selain gejala tersebut, terdapat pula tanda khas yang disebut Koplik spot, yakni bintik putih kecil yang muncul pada mukosa pipi bagian dalam. Tanda ini biasanya muncul satu hingga dua hari sebelum ruam muncul pada kulit.
