Sosok: Hendrik Irawan Pastikan Paket MBG Pangauban Berkualitas

Senin 09 Mar 2026, 21:30 WIB
Kepala SPPG Pangauban, Hendrik Irawan. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Kepala SPPG Pangauban, Hendrik Irawan. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

POSKOTA.CO.ID - Kepala SPPG Pangauban, Hendrik Irawan memastikan ribuan paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), disiapkan dengan standar kualitas dan gizi yang ketat selama Ramadhan.

Berdasarkan pantauan Poskota, puluhan relawan SPPG Pangauban tampak sibuk mengemas berbagai item makanan ke dalam kantong berwarna biru. Paket tersebut berisi susu kemasan, roti, buah apel, jeruk, kurma hingga telur yang akan dibagikan kepada sekitar 4.000 penerima manfaat program MBG.

Ribuan paket makanan itu tersusun rapi di ruang utama SPPG Pangauban. Para relawan juga terlihat melakukan pengecekan ulang secara acak guna memastikan setiap paket telah sesuai dengan porsi yang ditentukan.

Hendrik menjelaskan, paket MBG yang disiapkan untuk edisi Ramadan berisi menu kering dengan kualitas terbaik.

Baca Juga: Jumlah Pengawas Sedikit, BGN Buka Ruang Partisipasi Masyarakat Awasi MBG Bermasalah

"Paket keringan ini insyaallah aman. Isinya juga kami pilih yang terbaik untuk penerima manfaat," ujar Hendrik kepada Poskota.

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan selama enam hari, setiap paket MBG berisi empat susu kemasan, empat butir telur, empat roti kemasan, satu bungkus kurma, dua buah apel dan dua buah jeruk.

Menurut Hendrik, pemilihan menu tersebut tidak dilakukan sembarangan. Seluruh item telah melalui diskusi serta asesmen bersama ahli gizi agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

"Semua item kami diskusikan dan dihitung oleh ahli gizi. Jadi kandungan karbohidrat, protein, serat hingga lemaknya tetap terpenuhi," ujarnya.

Baca Juga: Menu MBG di Tangerang jadi Sorotan, Begini Jawaban SPPG

Selain itu, ia menambahkan, kini terdapat aturan yang lebih ketat terkait transparansi harga dari Badan Gizi Nasional (BGN). Setiap paket MBG harus mencantumkan detail harga untuk memastikan kesesuaian dengan standar anggaran.

"Sekarang aturan lebih ketat, harga Rp10 ribu per porsi harus jelas rinciannya. Telur berapa, susu berapa, semuanya dicantumkan. Totalnya sekitar Rp60 ribu untuk enam hari," katanya.

Hendrik juga mengungkapkan bahwa menu MBG yang disajikan turut mempertimbangkan masukan dari para penerima manfaat, khususnya para siswa sekolah.

"Kebetulan anak-anak lebih memilih makanan kering. Hari pertama kami sempat menyediakan makanan basah dan tidak ada masalah, tapi anak-anak memang lebih ingin keringan," tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak semua makanan kering layak dijadikan menu MBG. Pihaknya tetap menjaga kualitas dari segi tampilan, rasa hingga nilai gizinya.

"Kami tidak sembarangan memilih makanan kering. Kualitas tetap kami maksimalkan, baik dari tampilan, rasa, tekstur maupun warnanya," pungkasntya.


Berita Terkait


News Update