"Sekarang aturan lebih ketat, harga Rp10 ribu per porsi harus jelas rinciannya. Telur berapa, susu berapa, semuanya dicantumkan. Totalnya sekitar Rp60 ribu untuk enam hari," katanya.
Hendrik juga mengungkapkan bahwa menu MBG yang disajikan turut mempertimbangkan masukan dari para penerima manfaat, khususnya para siswa sekolah.
"Kebetulan anak-anak lebih memilih makanan kering. Hari pertama kami sempat menyediakan makanan basah dan tidak ada masalah, tapi anak-anak memang lebih ingin keringan," tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua makanan kering layak dijadikan menu MBG. Pihaknya tetap menjaga kualitas dari segi tampilan, rasa hingga nilai gizinya.
"Kami tidak sembarangan memilih makanan kering. Kualitas tetap kami maksimalkan, baik dari tampilan, rasa, tekstur maupun warnanya," pungkasntya.
