Roadmap jangka panjang perusahaan telah disusun secara bertahap: dimulai dari penguatan fondasi organisasi dan tata kelola, dilanjutkan aktivasi serta pengembangan kawasan terintegrasi, hingga tahap integrasi dan konsolidasi portofolio secara profesional.
Kerangka ini memastikan keseimbangan antara mandat pembangunan publik dan penguatan struktur bisnis.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefullah Hidayat, menyatakan transformasi Jakpro selaras dengan kebijakan pembinaan BUMD berorientasi jangka panjang.
Penilaian kinerja tidak hanya berdasarkan laba tahunan, melainkan secara holistik mencakup tata kelola, keberlanjutan usaha, pengelolaan risiko, serta kontribusi terhadap pembangunan kota.
"Transformasi menjadi City Master Developer merupakan langkah penguatan pengelolaan aset dan investasi daerah secara profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial berkelanjutan bagi Jakarta," jelas Syaefullah.
Ia menyoroti komitmen Jakpro dalam mengembangkan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD), yang meningkatkan konektivitas warga sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif.
Baca Juga: Tanggapi Penahanan Richard Lee, Doktif: Kembalikan Kerugian Masyarakat
Kontribusi Strategis bagi Visi Jakarta Global
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menegaskan peran Jakpro sebagai instrumen kebijakan pembangunan kota secara menyeluruh.
Kontribusi perusahaan tidak diukur dari proyek tunggal atau angka keuangan semata, melainkan bagaimana pembangunan memperkuat mobilitas, kualitas ruang kota, daya saing ekonomi, serta posisi Jakarta di kancah global.
"Pembangunan kota memiliki dampak lintas sektor dan lintas waktu. Keberhasilan harus dibaca secara holistik, termasuk dampak ekonomi makro, sosial, lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ungkap Yustinus.
Ia menambahkan, Jakpro konsisten menerapkan standar lingkungan internasional dalam setiap proyek, mendukung target net zero emission Jakarta pada 2050.
