POSKOTA.CO.ID - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan tugas sebagai penggerak pembangunan kota sekaligus perusahaan daerah yang dikelola secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Seluruh strategi dan portofolio perusahaan disesuaikan dengan visi Gubernur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, inklusif, serta ramah lingkungan.
Tantangan Ganda: Pembangunan Publik dan Kinerja Bisnis

Sebagai pengelola aset strategis dan infrastruktur utama ibu kota, Jakpro menghadapi posisi unik sekaligus menantang.
Perusahaan bertanggung jawab atas proyek pembangunan berskala besar yang berdampak luas pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Di sisi lain, sebagai perseroan daerah, Jakpro wajib menjaga kesehatan keuangan jangka panjang melalui penerapan good corporate governance (GCG) yang kuat.
Baca Juga: Pria di Pesanggrahan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Senpi di Tangan
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menekankan bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi inti dari setiap strategi perusahaan.
"Jakpro tidak hanya fokus menyelesaikan proyek tepat waktu dan mutu, tetapi juga memastikan setiap tahap pembangunan memperhitungkan dampak sosial serta lingkungan secara terukur," ujar Iwan Takwin dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta pada Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menambahkan, laporan keberlanjutan menjadi alat utama untuk menjamin akuntabilitas dan konsistensi penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) di seluruh lini bisnis.
Transformasi Strategis Menuju City Master Developer
Jakpro melihat peluang besar untuk bertransformasi menjadi City Master Developer, yakni entitas yang mampu mengorkestrasi pembangunan kota secara terintegrasi. Peran ini menghubungkan perencanaan tata ruang, sistem mobilitas perkotaan, serta aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
"Transformasi ini sejalan dengan perubahan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan," kata Iwan Takwin.
