4 Rumah Warga Tambakbaya di Lebak Rusak Akibat Tanah Longsor

Minggu 08 Mar 2026, 21:06 WIB
Kondisi rumah warga Desa Tamakbaya, Kecamatan Cibadak, Lebak rusak akibat tanah longsor. (Sumber: Dok. Warga)

Kondisi rumah warga Desa Tamakbaya, Kecamatan Cibadak, Lebak rusak akibat tanah longsor. (Sumber: Dok. Warga)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 4 rumah warga Kampung Pasir Melati, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak rusak akibat bencana tanah longsor.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2026 dipicu curah hujan tinggi dan luapan air sungai Ciujung, sehingga menyebabkan tebing di bantaran sungai longsor dan rusak rumah warga.

Salah satu warga terdampak, Munipa mengatakan, tanda-tanda longsor sudah mulai terasa sejak pagi hari. Ia mengaku sempat mendengar suara retakan dari bagian dapur rumahnya, sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

"Saya dengar suara kretek-kretek dari dapur sekitar jam 10 pagi. Saya langsung bilang ke anak jangan ke dapur karena takut runtuh," katanya, Minggu 8 Maret 2026.

Baca Juga: Pemprov Banten Target Perbaiki 350 Km Jalan Desa Lewat Program Bang Andra dalam 5 Tahun

Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah kembali dari melaksanakan ibadah salah Zuhur, ia mendapati bagian dapur rumahnya sudah ambruk.

"Pas saya lihat ke dapur sudah besar retakannya. Saya mau ambil barang-barang, tapi tiba-tiba langsung longsor," ungkapnya.

Akibat longsor ini bagian dapur dan salah satu kamar rumahnya rusak parah, serta sejumlah perabotan seperti peralatan dapur dan pakaian juga hanyut terbawa arus sungai.

"Perlengkapan dapur semuanya hancur dan hanyut terbawa arus sungai," ucap dia. 

Baca Juga: Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Refleksi Umat

Setelah rumahnya terdampak dan khawatir terjadi longsor susulan, Munipa bersama keluarganya terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah kerabat.

"Sementara saya ngungsi ke rumah saudara. Karena kami takut terjadi longsor susulan," ujarnya.

Sementara itu, Kaji, warga setempat, mengatakan longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada siang hari. Curah hujan tinggi membuat air sungai meluap dan menggerus tebing hingga memicu longsor di bantaran sungai.

"Tanahnya sudah labil karena dari semalam hujan terus dan air sungai juga besar, akhirnya longsor," tambahnya.

Baca Juga: Kemenbud Dukung Revitalisasi Depok Lama jadi Cagar Budaya Nasional

Kaji menyampaikan, ada 4 rumah warga yang terdampak longsor dan satu rumah mengalami rusak paling parah karena sebagian bangunan sudah rubuh terbawa longsor.

"Yang terdampak ada empat rumah. Yang paling parah rumah milik Pak Rosidi. Sebagian dapurnya sudah runtuh terbawa arus," ungkap dia.

Ia menyebutkan, selain rumah milik Rosidi, rumah warga lain yang ikut terdampak yakni milik Black, Safarudin, dan Tomi.

"Tanahnya masih labil dan kemungkinan masih bisa longsor lagi. Air sungai juga masih besar," ujarnya. (fat)


Berita Terkait


News Update