Obrolan Warteg: Tak Ada Lagi Ruang Negosiasi

Sabtu 07 Mar 2026, 06:22 WIB
Obrolan Warteg: Tak Ada Lagi Ruang Negosiasi, edisi 7 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan Warteg: Tak Ada Lagi Ruang Negosiasi, edisi 7 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Itu sikap dan prinsip sebagai jati diri bangsa yang harus kita hargai. Prinsip dasarnya jika ada ruang mediasi, Indonesia siap menjadi mediator, jika tidak tentu dikembalikan kepada mereka, pihak-pihak yang sedang berkonflik,” kata Heri.

“Wah, tumben kalian ngobrolin soal perang, konflik di Timur Tengah?,” tanya mas Bro.

“Loh, soal situasi Timur Tengah ini banyak menarik perhatian semua kalangan di berbagai belahan dunia. Tak hanya elite politik, juga masyarakat dari beragam lapisan karena dampaknya bisa mendunia juga, termasuk terhadap negeri kita,” jawab Heri.

“Kesediaan kepala negara kita menjadi mediator dalam upaya meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah sebagai bentuk kepedulian sesama bangsa dan negara demi terciptanya kerukunan dan kedamaian dunia,” tambah Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Upaya Memperbanyak Pahala

“Kita juga harus peduli terhadap keselamatan warga negara Indonesia yang berada di negara yang berdekatan dengan daerah konflik. Di negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab,” urai mas Bro.

“Setuju Bro. Keselamatan warga negara kita di mana pun berada menjadi yang utama, Negara wajib hadir melindunginya hingga kepulangan, jika evakuasi harus dilakukan,” jelas Heri.


Berita Terkait


undefined
Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Puasa Politik

Rabu 25 Feb 2026, 05:00 WIB

News Update