POSKOTA.CO.ID - Puasa di bulan Ramadan menjadi ibadah yang dinanti banyak umat Muslim. Namun bagi penderita gangguan lambung seperti maag atau bahkan Gastroesophageal Reflux Disease, menjalankan puasa sering kali menimbulkan kekhawatiran.
Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari dapat memicu peningkatan produksi asam lambung jika tidak diatur dengan baik.
Meski demikian, para ahli kesehatan menegaskan bahwa penderita maag tetap bisa berpuasa dengan aman selama menerapkan pola makan yang tepat dan menjaga gaya hidup sehat selama Ramadan.
Kunci utamanya adalah memilih makanan yang ramah bagi lambung, mengatur waktu makan, serta menghindari pemicu asam lambung.
Berikut ini adalah penjelasan medis mengenai tips puasa bagi penderita maag agar ibadah tetap lancar tanpa mengganggu kesehatan pencernaan.
Baca Juga: Demi Keamanan, Struktur Bangun Rumah dan Gedung Bertingkat Butuh Perencanaan
Mengapa Puasa Bisa Memicu Maag?
Saat seseorang berpuasa, lambung tidak menerima asupan makanan dalam waktu cukup lama. Kondisi ini bisa menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Jika lambung sensitif atau memiliki riwayat maag, asam lambung yang berlebihan dapat memicu gejala seperti:
- Perut terasa perih atau nyeri
- Mual dan kembung
- Sensasi panas di dada
- Asam lambung naik ke tenggorokan
Melansir dari klikdokter, puasa justru dapat membantu menstabilkan sistem pencernaan apabila dilakukan dengan pola makan yang teratur dan seimbang.
Penderita maag tetap bisa menjalankan puasa selama mampu mengatur pola makan dengan baik dan menghindari makanan pemicu asam lambung.
Tips Sahur bagi Penderita Maag
Sahur merupakan waktu makan paling penting bagi penderita maag saat menjalankan puasa. Menu yang dikonsumsi saat sahur akan menjadi sumber energi selama hampir 14 jam berpuasa.
1. Jangan Melewatkan Sahur
Melewatkan sahur membuat lambung kosong terlalu lama sehingga memicu peningkatan produksi asam lambung. Karena itu, sahur sangat penting untuk menjaga kestabilan sistem pencernaan.
