Ramadan 2026 di Lapangan Hijau: Dari Jeda Iftar hingga Mental Baja Pemain Muslim

Kamis 05 Mar 2026, 17:35 WIB
Lapangan hijau dari jeda iftar hingga mental baja pemain muslim. (Sumber: Instagram/@mosalah)

Lapangan hijau dari jeda iftar hingga mental baja pemain muslim. (Sumber: Instagram/@mosalah)

Namun di Prancis, Federasi Sepakbola (FFF) tegas melarang penghentian pertandingan untuk alasan agama, sehingga pemain seperti Achraf Hakimi (PSG) harus menahan hingga babak kedua tantangan berat yang menuntut ketahanan ekstra.

Antara Kelelahan Fisik dan Kebanggaan Mental

Striker Maidstone United, Mo Faal, memberikan gambaran nyata. Pada 24 Februari 2026, ia mencetak gol penyeimbang meski timnya bermain imbang 1-1 melawan Dorking.

"Normalnya saya fit 100 persen, tapi saat puasa, tenaga seperti tinggal separuh," ujarnya kepada Kent Online.

"Menit ke-45-50, tubuh sudah lemes, tapi saya terus memotivasi diri: 'Kuat, masih ada cadangan'. Itu esensi Ramadan mendorong batas mental dan membuktikan tubuh bisa lebih dari yang dibayangkan."

Di level elite, Mohamed Salah tetap jadi sorotan. Meski Liverpool mengalami kekalahan di final Piala Liga dan tersingkir dari Liga Champions, mantan bek Man City Micah Richards memuji: "Jangan lupa, Salah sedang puasa. Level energinya tak sama, tapi dia masih bisa tampil di level itu itu luar biasa."

Baca Juga: Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026? Konflik AS-Israel Bikin Nasib Tim Melli Di Ujung Tanduk

Kunci: Nutrisi, Hidrasi, dan Tidur Berkualitas

Menurut Dr. Vincent Gouttebarge dari FIFPRO, performa bisa dipertahankan dengan manajemen tepat: nutrisi pasca-buka, hidrasi malam hari, dan tidur berkualitas. "Tantangan terbesar adalah gangguan ritme tidur karena sahur dan pola makan berubah," jelasnya.

Klub top seperti Liverpool, Real Madrid, dan Manchester City memanfaatkan teknologi pelacak tidur untuk pemain seperti Antonio Rüdiger dan Hakan Çalhanoğlu. Rüdiger sendiri mengaku puasa justru memperkuat mentalnya: "Puasa sulit, tapi itu membuat pikiran lebih tangguh."

Di Saudi, Semua Mulai Setelah Buka Puasa

Saudi Pro League menggeser jadwal pertandingan ke malam hari (sekitar pukul 22:00-23:00 waktu setempat), setelah iftar. Pemain non-Muslim seperti Cristiano Ronaldo bahkan mencoba puasa beberapa hari sebagai penghormatan budaya langkah yang diapresiasi luas.

Bekal Emas Menuju Piala Dunia 2026

Pengalaman Ramadan 2026 jadi modal berharga. Banyak timnas dari negara mayoritas Muslim (Maroko, Senegal, Tunisia, Aljazair, Mesir) akan berpartisipasi di Piala Dunia. Mereka belajar dari klub Eropa soal nutrisi, hidrasi, dan recovery menjadi kurikulum wajib tim medis.

Tantangan Toleransi dan Langkah Inklusif

Tak selalu mulus. Saat Leeds United vs Manchester City (28 Februari 2026), jeda buka puasa disambut cemoohan sebagian suporter terhadap pemain City yang puasa (Rayan Cherki, Omar Marmoush, Rayan Aït-Nouri).

Pep Guardiola bereaksi tegas: "Ini dunia modern. Kita harus hormati keyakinan dan keberagaman."


Berita Terkait


News Update