Selain itu, hindari makanan terlalu asin karena dapat memicu rasa haus saat berpuasa.
6. Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka
Setelah menahan lapar seharian, banyak orang langsung makan dalam jumlah besar saat berbuka puasa. Kebiasaan ini justru dapat membuat perut terasa tidak nyaman dan memicu kenaikan berat badan.
Dalam tradisi Islam, berbuka puasa dianjurkan dengan makanan ringan terlebih dahulu. Seperti disebutkan dalam anjuran berbuka, “berbukalah dengan kurma dan air, kemudian berhenti sejenak sebelum makan utama.”
Secara ilmiah, gula alami dari buah membantu tubuh mendapatkan energi secara cepat sehingga rasa lapar dapat lebih terkendali. Setelah itu, makanan berat dapat dikonsumsi secara perlahan dengan komposisi gizi seimbang.
7. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Selama puasa, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup untuk menjaga metabolisme. Idealnya, kebutuhan cairan dipenuhi dengan minum sekitar 8–10 gelas air per hari yang dapat dibagi antara waktu berbuka hingga sahur.
Selain air putih, cairan juga dapat diperoleh dari makanan seperti:
- Sup
- Mentimun
- Tomat
- Semangka
Sebaliknya, batasi konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Baca Juga: Tips Puasa Ramadan untuk Penderita Maag, Cara Aman Beribadah Tanpa Khawatir Lambung Kambuh
8. Tetap Rutin Berolahraga
Puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran serta membantu pembakaran kalori.
Olahraga ringan yang dapat dilakukan selama Ramadhan antara lain:
- Jalan kaki
- Jogging ringan
- Bersepeda santai
- Latihan peregangan
Waktu olahraga bisa dilakukan pada pagi hari setelah sahur atau pada malam hari setelah berbuka puasa.
Menurunkan berat badan selama Ramadhan bukanlah hal yang mustahil. Dengan mengatur pola makan, menjaga asupan nutrisi, serta tetap aktif bergerak, puasa justru bisa menjadi kesempatan untuk membentuk gaya hidup yang lebih sehat.
