Iran balas dendam, AS kehilangan aset militer Rp31 triliun hanya dalam 4 hari. (Sumber: Generated AI)

Internasional

Iran Balas Dendam: AS Kehilangan Aset Militer Rp31 Triliun dalam 4 Hari

Rabu 04 Mar 2026, 17:32 WIB

POSKOTA.CO.ID - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas. Dalam empat hari pertama operasi militer AS terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, militer AS mengalami kerugian peralatan signifikan mencapai hampir $2 miliar atau sekitar Rp31,4 triliun (kurs Rp15.700 per USD).

Estimasi ini bersumber dari kompilasi data intelijen sumber terbuka (open-source intelligence) yang dirilis Anadolu Agency pada Rabu, 4 Maret 2026.

Kerugian besar ini dipicu oleh serangan balasan Iran berupa rudal balistik dan drone, serta beberapa insiden salah sasaran (friendly fire) dari sekutu regional.

Eskalasi cepat ini tidak hanya merusak aset militer canggih AS, tetapi juga mengenai setidaknya tujuh pangkalan militer utama dan sejumlah fasilitas diplomatik di kawasan Teluk Persia serta Timur Tengah.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Meletus Ancam Selat Hormuz, Harga Minyak Globak Melonjak

Rincian Kerugian Aset Militer AS

Ilustrasi. Rincian kerugian aset militer AS (Sumber: ESPOS.ID)

Menurut data terhimpun hingga Rabu, 4 Maret 2026, total kerugian aset militer AS di wilayah tersebut mencapai $1,902 miliar. Berikut breakdown utamanya:

Sistem Radar Peringatan Dini AN/FPS-132 senilai $1,1 miliar: Kerusakan terbesar terjadi di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, akibat serangan rudal Iran pada hari pertama. Pemerintah Qatar telah mengonfirmasi kerusakan fasilitas radar canggih ini.

Komponen Radar AN/TPY-2 Sistem THAAD senilai $500 juta: Citra satelit membuktikan serangan Iran berhasil menghantam komponen radar anti-rudal balistik THAAD di kawasan industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab (UEA).

Tiga Jet Tempur F-15E Strike Eagle senilai $282 juta: Ketiga pesawat ini hilang pada Minggu, 2 Maret 2026 bukan karena tembakan musuh, melainkan insiden friendly fire dari sistem pertahanan udara Kuwait. Seluruh awak pesawat dilaporkan selamat.

Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Digadang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Terminal Komunikasi Satelit AN/GSC-52B senilai $20 juta: Dua terminal SATCOM rusak parah beserta beberapa bangunan saat serangan Iran mengenai markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain.

Kerugian ini menunjukkan efektivitas serangan balasan Iran yang menargetkan infrastruktur kritis AS di kawasan.

Serangan Iran Meluas ke Basis Militer dan Fasilitas Diplomatik

Serangan balasan Iran menjangkau enam negara di kawasan Teluk, menargetkan instalasi militer dan diplomatik AS secara simultan.

Target Militer Utama:

Baca Juga: Gejolak Diplomatik AS–Iran Mengganggu Akses Internet dan Sistem Siber Global

Serangan ke Fasilitas Diplomatik:

Konflik ini memaksa evakuasi staf kedutaan AS di beberapa negara:

  1. Arab Saudi: Kedutaan Besar AS di Riyadh terkena dua drone, menyebabkan kebakaran terbatas. Laporan menyebut stasiun CIA di kompleks tersebut juga terdampak.
  2. Kuwait: Kedutaan di Kota Kuwait diserang rudal dan drone secara intens, kini ditutup tanpa batas waktu dan staf non-esensial dievakuasi.
  3. UEA: Konsulat Jenderal AS di Dubai terkena drone di area parkir, meski api cepat dipadamkan tanpa kerusakan struktural utama.

Konflik ini bagian dari eskalasi lebih luas pasca serangan awal AS dan Israel terhadap target di Iran, termasuk pembunuhan pemimpin tinggi.

Situasi tetap dinamis dengan potensi perluasan dampak regional. Pantau terus perkembangan terkini dari sumber terpercaya.

Tags:
AS Kehilangan Aset Militer Rp31 Triliun Iran Balas DendamKerugian Aset Militer ASKerugian besarmiliter ASIranASAmerika SerikatKonflik

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor