POSKOTA.CO.ID - Puasa pada ibu hamil merupakan isu yang sering menimbulkan pertanyaan terkait keamanan bagi ibu dan janin. Secara umum, puasa dapat dilakukan jika kondisi kehamilan sehat, tidak berisiko, dan mendapatkan persetujuan dokter.
Beberapa lembaga kesehatan yang dilansir dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Alodokter menekankan bahwa keputusan berpuasa harus menyesuaikan kondisi medis masing-masing ibu.
Dokter kandungan umumnya menyarankan bahwa trimester kedua merupakan periode paling aman untuk berpuasa. Pada tahap ini, mual dan muntah sudah berkurang, serta kebutuhan energi lebih stabil. Namun, setiap kehamilan memiliki karakteristik berbeda sehingga evaluasi profesional tetap diperlukan.
Baca Juga: 6 Cara Mencegah Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka Puasa dengan Kolak
Rekomendasi Sahur dan Berbuka untuk Mendukung Kehamilan Sehat
1. Sahur Bernutrisi untuk Menjaga Energi
Sahur menjadi bagian terpenting bagi ibu hamil yang berpuasa. Pilihan makanan harus memenuhi kebutuhan gizi harian, mulai dari karbohidrat kompleks, protein, hingga vitamin dan mineral.
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum membantu menjaga kenyang lebih lama. Sementara sumber protein seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak mendukung pertumbuhan jaringan janin.
Ibu hamil sangat dianjurkan untuk tidak melewatkan sahur. Asupan energi yang stabil penting untuk menghindari risiko lemas dan dehidrasi.
2. Cukupi Cairan 8–12 Gelas per Hari
Dehidrasi merupakan salah satu risiko terbesar saat ibu hamil berpuasa. Oleh sebab itu, konsumsi air harus diperhitungkan secara khusus, yaitu 8–12 gelas antara berbuka dan sahur.
Pola minum yang dianjurkan:
- 2 gelas saat berbuka
- 4–6 gelas sepanjang malam
- 2 gelas saat sahur
Selain air putih, ibu dapat menambah cairan dari sup, jus buah tanpa gula berlebih, atau infused water.
3. Berbuka Secara Bertahap
Berbuka dianjurkan dilakukan perlahan. Mulailah dengan makanan yang mudah diserap tubuh, seperti kurma, air hangat, atau buah segar.
