Para ulama menjelaskan bahwa marah pada dasarnya adalah sifat manusiawi.
Akan tetapi, marah yang tidak terkendali hingga melahirkan cacian, makian, atau menyakiti orang lain termasuk perbuatan tercela, terlebih saat bulan Ramadhan.
Marah dapat dibagi menjadi dua bentuk. Pertama, marah yang wajar dan proporsional, misalnya ketika melihat kemungkaran. Kedua, marah yang berlebihan dan melampaui batas.
Bentuk kedua inilah yang dilarang keras karena dapat merusak esensi ibadah.
Baca Juga: Waspada! 5 Hal Ini Bisa Hanguskan Pahala Puasa Ramadhan
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa ada orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan haus.
Hal ini menjadi peringatan agar umat Islam menjaga lisan dan perilaku selama berpuasa.
Dampak Marah Terhadap Pahala Puasa
Tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Salah satu indikator ketakwaan ialah kemampuan mengendalikan emosi.
Jika seseorang masih sering marah saat puasa, maka tujuan pembinaan diri belum sepenuhnya tercapai.
Emosi yang tidak terkontrol bisa memicu pertengkaran, menyakiti perasaan orang lain, hingga merusak hubungan sosial.
Dari sisi kesehatan, kemarahan juga dapat menguras energi.
Baca Juga: 9 Amalan Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan yang Jarang Diketahui, Nomor 4 Sering Terlewat!
