BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melaksanakan pembinaan pembentukan Bank Sampah tingkat RW se-Kabupaten Bekasi tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya (hulu).
Katim Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria menjelaskan tujuan utama program pembentukan Bank Sampah tingkat RW yakni guna memperkuat bank sampah serta dapat mereduksi volume sampah langsung dari hulu secara terintegrasi.
Langkah ini merupakan implementasi langsung sesuai amanat regulasi UU No. 18 Tahun 2008 (Tentang Pengelolaan Sampah). Hal ini menegaskan bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kewajiban masyarakat.
“Pada Pasal 12 undang-undang secara tegas menyatakan, bahwa setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan, salah satu pilar utamanya adalah pemilahan sejak dari rumah,” kata Nurul, Rabu, 20 Mei 2026.
Baca Juga: BBWS Cilicis Segera Turunkan Alat Berat Atasi Pendangkalan Muara Ciherang Bekasi
Lebih lanjut, Nurul Fitria menjelaskan, perkembangan program pembinaan bank sampah di tingkat RT dan RW di Kabupaten Bekasi saat ini sedang mengalami transformasi yang positif dan strategis.
“Kami tidak lagi hanya melihat bank sampah sebagai tempat pengumpulan biasa, melainkan sebagai fondasi utama pengurangan sampah dari hulu (masyarakat) agar dapat mengurangi beban (tonase) di TPA Burangkeng,” ujarnya.
Selain itu, katanya, penguatan bank sampah juga menjadi bagian penting yang tertuang dalam roadmap penanganan sampah hulu-hilir 2025-2029 serta mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Dalam proses pembinaan, DLH memberikan pelatihan manajemen, pendampingan pemilahan dan penimbangan sampah, pembentukan struktur organisasi, hingga studi tiru ke wilayah yang telah berhasil menjalankan pengelolaan sampah mandiri.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Dukung Hunian Layak bagi ASN dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
“Pembinaan ini sifatnya berkelanjutan, pertemuan pertama nanti dimulai dengan menghadirkan praktisi bank sampah yang telah berhasil untuk memberikan pemahaman awal. DLH juga akan melakukan monitoring dan evaluasi serta inventarisasi untuk sarana dan prasarana lanjutan yang di butuhkan bank sampah tersebut,” terangnya.
