Mengapa Claude AI Digunakan AS untuk Operasi ke Iran? Ini Penjelasan Lengkapnya

Selasa 03 Mar 2026, 13:48 WIB
Teknologi AI Claude besutan Anthropic kini menjadi sorotan setelah laporan menyebutkan penggunaannya dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. (Sumber: Dok/ MaZoneAI)

Teknologi AI Claude besutan Anthropic kini menjadi sorotan setelah laporan menyebutkan penggunaannya dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. (Sumber: Dok/ MaZoneAI)

Mereka menekankan bahwa AI memiliki potensi risiko besar bagi umat manusia jika tidak dikembangkan secara bertanggung jawab, namun pada saat yang sama dapat menghadirkan manfaat luar biasa apabila diarahkan dengan tepat.

Dewan direksi Anthropic terdiri dari:

  • Dario Amodei
  • Daniela Amodei
  • Yasmin Razavi
  • Jay Kreps
  • Reed Hastings
  • Chris Liddell

Mereka memandang perlindungan data dan keamanan digital sebagai prinsip utama dalam pengembangan AI.

Baca Juga: Link Resmi FF Kipas VIP ORI 2026 dan FF Beta 2026, Begini Cara Download Versi Terbaru Tanpa Risiko

Persaingan dengan ChatGPT: Claude Meroket ke Posisi Aplikasi Terpopuler

Pada awal 2026, Claude mendadak melesat menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di toko aplikasi global, menggeser posisi ChatGPT. Padahal pada Januari 2026, Claude masih berada di peringkat 131.

Keberhasilan ini diperkuat oleh peluncuran Claude 3.5 Sonnet pada 2024, yang disebut memiliki kemampuan penalaran tingkat pascasarjana (GPQA), pengetahuan setara sarjana (MMLU), serta kemampuan pengkodean tinggi menurut parameter HumanEval.

Claude 3.5 Sonnet diklaim mampu memahami instruksi rumit, nuansa bahasa, dan bahkan humor dalam percakapan. Dalam pengujian internal, model ini memecahkan 64% masalah pemrograman, jauh di atas Claude 3 Opus yang hanya menyelesaikan 38%.

Anthropic juga menekankan komitmennya terhadap keamanan data. Mereka menyerahkan model Claude 3.5 Sonnet ke Institut Keselamatan Kecerdasan Buatan Inggris untuk evaluasi keselamatan pra-penyebaran.

Hasil uji tersebut kemudian dibagikan ke US AI Safety Institute sebagai bagian dari kerja sama bilateral mengenai pengembangan AI yang aman.

Penggunaan AI seperti Claude dalam operasi militer menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pengamat keamanan internasional. Kehadiran sistem AI yang mampu memproses data dalam jumlah besar dan membuat rekomendasi strategis dinilai dapat mengubah dinamika pertahanan global.

Namun, sebagian lainnya melihat penggunaan AI sebagai langkah adaptif di tengah cepatnya perkembangan teknologi.


Berita Terkait


News Update