POSKOTA.CO.ID - Dunia dikejutkan dengan konflik antara Amerika-Israel dengan Iran, suasana yang selama ini belum menemukan titik terang kembali memanas, bahkan kini berada di puncak ketegangan.
Kedua pihak saling menyerang untuk mempertahankan legitimasi masing-masing, motif konflik utamanya adalah terkait nuklir yang dimiliki Iran dan hingga kini tak ada solusi untuk menyelesaikannya.
Beragam spekulasi pun mencuat. Serangan Amerika-Israel ke Iran memunculkan beragam pendapat, dari mulai penggantian rezim, pelumpuhan militer Iran hingga menjadikan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebagai target utamanya.
Hal yang paling menyita perhatian kali ini adalah soal klaim keberadaan pemimpin tertinggi Iran. Kedua belah pihak diketahui memliki klaim yang berbeda terkait wafatnya Ali Khamenei.
Baca Juga: Perang Iran-Israel Meletus Ancam Selat Hormuz, Harga Minyak Globak Melonjak
Tentu kondisi ini dapat menjadikan sebuah kebingungan, sebuah tanda tanya besar apakah yang terjadi sebenarnya dan apa motif di balik itu semua.
Lantas, bagaimana seharusnya menyikapi konflik antara Amerika-Israel dan Iran yang terjadi saat bulan Ramadhan ini?
Bagaimana Sikap Hadapi Konfil AS-Israel dan Iran?
Menurut Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Garut Rudi Sirojudin Abas yang Dilansir dari laman jabar.nu.or.id konflik ini sangat rumit dan kompleks, tidak hanya soal urusan agama. Berbagai kepentingan pun muncul. Penting untuk dipahami, bahwa konflik ini berakar pada faktor-faktor historis, sosial, teritorial, dan yang paling utama adalah motif politik.
Karena beragam motif inilah, banyak negara pun hanya mampu menjadi penonton dan bersikap secara hati-hati.
Dimensi geopolitik dunia juga mempengaruhi sulit konflik ini dapat selesai dengan cepat. Negara-negara Islam sekalipun tampak berhati-hati dalam menyikapi dan mengambil sikap dalam konflik ini. Apalagi jika dibawa ke dalam ranah agama, Iran yang dikenal sebagai Islam Syi’ah justru banyak yang bersinggungan dengan negara-negara Islam yang kebanyakan beraliran Sunni.
Sebagai contoh misalnya, Arab Saudi mengecam keras tindakan Iran yang membalas serangan Amerika-Israel ke pangkalan militernya yang ada di negara-negara teluk/timur tengah.
