Sementara itu, pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan:
- 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026
- Dengan demikian, Nuzulul Quran jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026
- Peringatan malamnya dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026
Perbedaan satu hari dengan Muhammadiyah dianggap wajar karena perbedaan metode rukyatul hilal dan hisab.
Perbedaan metode adalah khazanah yang perlu dihormati. Umat dipersilakan mengikuti keputusan ormas atau pemerintah sesuai keyakinan masing-masing.
Mengapa Tanggal Nuzulul Quran Bisa Berbeda?
Perbedaan penetapan awal Ramadhan memengaruhi peringatan malam Nuzulul Quran. Hal ini disebabkan oleh:
- Variasi metode penghitungan hilal
- Perbedaan kriteria tinggi bulan
- Pendekatan astronomis dan rukyat yang diterapkan oleh masing-masing lembaga
Namun demikian, esensi peringatan tetap sama: memperkuat kedekatan umat dengan Al-Qur’an.
Sejarah Turunnya Al-Qur’an
Menurut penjelasan para ulama, Al-Qur’an diturunkan pertama kali secara keseluruhan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia. Penjelasan ini dicatat dalam berbagai literatur klasik.
Setelah berada di langit dunia, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap oleh Malaikat Jibril. Proses ini berlangsung selama 23 tahun, sesuai kebutuhan umat pada masa awal Islam—baik berupa hukum, kisah masa lalu, maupun bimbingan moral.
Dalam tafsir klasik, Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi menjelaskan bahwa wahyu turun “sesuai kondisi yang dialami umat Islam saat itu, baik sebagai perintah, larangan, maupun pelajaran kehidupan.”
Perbedaan Pendapat tentang Tanggal Turunnya Wahyu
Imam Ibnu Katsir menyebut dua pendapat mengenai tanggal turunnya wahyu pertama:
17 Ramadhan
24 Ramadhan
Keduanya menjadi bagian dari ragam pandangan ulama dalam kajian sejarah Islam.
