Namun, perusahaan menegaskan bahwa langkah menuju hybrid tidak semata mengejar volume penjualan.
"Setiap perusahaan memiliki teknologi hybrid yang berbeda. Fokus kami adalah memperkenalkan keunikan teknologi kami. Masalah volume tentu menjadi target utama, namun pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilai keunggulan produk kami saat sudah diluncurkan nanti," tuturnya.
Langkah ini menandai upaya Mitsubishi memperkuat pijakan di era elektrifikasi, sambil tetap mengandalkan performa model konvensional yang masih diminati pasar Indonesia.
